Tanam Serentak, Bengkulu Optimalkan Lahan CSR Dukung ketahanan Pangan
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Seluma, Bengkulu (B2B) - Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan melalui pencapaian Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan, Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan ´Gerakan Tanam Serentak´ pada lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 secara serentak pada sejumlah sentra produksi pangan di seluruh Indonesia, Kamis (12/3).
Kegiatan ´Gerakan Tanam Serentak´ dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti secara virtual melalui zoom meeting, sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi padi nasional melalui Optimalisasi Lahan (Oplah) sawah baru hasil Program CSR.
Di Provinsi Bengkulu, kegiatan Gerakan Tanam Serentak dipimpin Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Bengkulu turut mengawal pelaksanaan program strategis Kementan di wilayah tersebut.
Tanam Serentak Nasional sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa percepatan tanam dan optimalisasi pemanfaatan lahan merupakan langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pemerintah terus mendorong percepatan tanam dan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian, termasuk melalui Program CSR. Kita ingin memastikan, setiap potensi lahan dimanfaatkan maksimal untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Serentak merupakan bagian dari strategi percepatan peningkatan produksi pangan nasional.
“Gerakan Tanam Serentak merupakan langkah nyata dalam mempercepat peningkatan produksi padi nasional, sekaligus memastikan lahan-lahan hasil program CSR dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Bengkulu mengatakan ´Gerakan Tanam Serentak´ di Bengkulu dipusatkan pada lahan CSR seluas 9 hektare di Desa Pagar Banyu, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pemkab Seluma, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Kodim 0425 Seluma, PJ Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu, Kepala BBRMP, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pihak yang berperan dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
"Di tingkat daerah, kegiatan tanam serentak menjadi momentum untuk menggerakkan seluruh elemen pertanian di daerah," kata Inneke Kusumawaty.
Melalui Gerakan Tanam Serentak, ungkapnya lagi, Kementan memastikan bahwa lahan hasil program CSR dapat segera dimanfaatkan oleh Brigade Pangan sehingga mampu meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) dan produksi padi di daerah.
"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, TNI, serta kelompok tani menjadi kunci keberhasilan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Inneke Kusumawaty.
Dia menambahkan, peran penyuluh pertanian sangat penting mendampingi Brigade Pangan, mulai dari proses tanam hingga pengelolaan budidaya agar produktivitas lahan dapat meningkat secara optimal.
Program CSR Seluma
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementan melalui Program CSR rakyat dan Gerakan Tanam Serentak yang dilaksanakan di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Kementan melalui program cetak sawah rakyat dan gerakan tanam serentak ini," katanya.
Arian Sosial menambahkan, program tersebut menjadi peluang besar bagi Kabupaten Seluma untuk meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Dia mengungkapkan, kegiatan tanam serentak merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan hasil program cetak sawah rakyat.
Menurutnya, Kabupaten Seluma pada 2025 memperoleh Program CSR baru seluas 50,3 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 33,4 hektare di wilayah Kecamatan Ulu Talo, yang kini mulai dimanfaatkan untuk penanaman padi.
"Dengan adanya Gerakan Tanam Serentak diharapkan pemanfaatan lahan sawah baru berjalan maksimal serta mampu mendorong peningkatan produksi padi di Provinsi Bengkulu, sehingga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung swasembada pangan nasional yang berkelanjutan," ungkap Arian Sosial. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Seluma of Bengkulu [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
