Gertam Serentak Sumsel, Kementan Percepat CSR di Kabupaten Muara Enim

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Gertam Serentak Sumsel, Kementan Percepat CSR di Kabupaten Muara Enim
BBPKH CINAGARA: PJ Brigade Pangan Sumsel, Inneke Kusumawaty [ke-3 kanan] bersama Kadis TPH Sumsel, R Bambang Pramono dan Staf Khusus Bupati Muara Enim, Ulil Amri pada Percepatan Tanam pada lokasi CSR 10.000 hektar di Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

 

Muara Enim, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) resmi menginisiasi Gerakan Nasional Tanam Padi Serentak pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan masif tersebut mencakup luasan 10.000 hektare pada 17 provinsi.

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan pangan nasional, memusatkan Gertam Serentak di Desa Petanang, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (9/4). 

Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Sumsel, Inneke Kusumawaty mengatakan pada lokasi CSR di Kabupaten Muara Enim, penanaman dilakukan pada lahan seluas 300 hektar sebagai bagian dari strategi optimalisasi lahan baru demi memperkuat kedaulatan pangan.

Gertam Seretak sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa akselerasi tanam di lahan baru seperti CSR adalah harga mati untuk menghadapi ancaman krisis pangan global.

"Kita harus bergerak cepat. CSR bukan sekadar memperluas lahan, juga membangun masa depan pangan kita. Dengan teknologi dan keterlibatan anak muda, kita transformasi lahan rawa dan lahan baru menjadi sumber lumbung pangan dunia. Indonesia harus kembali swasembada," katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa efisiensi waktu melalui percepatan tanam adalah kunci utama menjaga stabilitas produksi nasional.

"Percepatan tanam harus dilakukan secara masif dan terukur. Kita tidak boleh membiarkan lahan menganggur terlalu lama. Melalui integrasi teknologi dan kesiapan Brigade Pangan di lapangan, kita pacu percepatan tanam ini untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sepanjang tahun. Setiap hari yang kita hemat dalam proses tanam sangat berarti bagi ketahanan pangan nasional," katanya.

BBPKH Cinagara
Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel, mengatakan Program CSR mengedepankan Brigade Pangan, sebuah skema khusus yang dirancang untuk mengelola lahan Optimasi Lahan (Oplah) dan CSR secara optimal.

"Pola Brigade Pangan berhasil membangkitkan motivasi generasi muda melalui dukungan nyata. Mulai dari pembinaan hingga fasilitasi alat dan mesin pertanian atau Alsintan modern, sehingga risiko usaha dapat ditekan seminimal mungkin," katanya.

Inneke Kusumawaty menambahkan, Brigade Pangan merupakan solusi efektif bagi regenerasi petani di Indonesia. Brigade Pangan diproyeksikan menjadi motor penggerak percepatan tanam. Targetnya adalah meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di lahan Oplah dari IP 100 menjadi IP 200.

"Target lain memastikan lahan CSR yang sebelumnya non-produktif atau IP 0 mulai menghasilkan produksi pangan secara berkelanjutan," katanya.

Brigade Pangan Sumsel
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Selatan, R Bambang Pramono mengatakan bahwa progress fisik di lapangan menunjukkan tren positif. Dari target 10 kabupaten dengan total luas 2.306 hektar, saat ini telah terealisasi seluas 1.706 hektar.

"Insya Allah sisa 600 hektare akan dilanjutkan besok, mengingat ada beberapa wilayah yang lahannya masih dalam proses persiapan final hari ini. Kami akan terus intensif melakukan kunjungan, dorongan, dan pendampingan bersama kelompok tani serta Brigade Pangan yang mengawal penuh kegiatan cetak sawah di Sumsel," katanya.

Staf Khusus Bupati Muara Enim, Ulil Amri, yang hadir mewakili Bupati Muara Enim, menyebut kegiatan Gertam Serentak sebagai langkah strategis untuk mempertegas posisi Sumatera Selatan dalam peta pangan nasional. 

"Saat ini, Sumsel menempati peringkat ketiga nasional dalam produksi pangan, dengan Kabupaten Banyuasin sebagai kontributor produktivitas tertinggi, katanya.

Dia mengharapkan, pemerintah pusat melihat langsung etos kerja luar biasa petani kita. Sumsel telah berhasil melompat dari peringkat lima ke peringkat tiga nasional melalui pemanfaatan lahan rawa lebak secara modern dan adaptif. Kita optimis produktivitas ini akan terus meningkat," katanya.

Kegiatan tanam serentak turut dihadiri oleh Pj Swasembada Pangan Sumsel, Rachmat, unsur TNI (Danrem) serta ratusan petani dan anggota Brigade Pangan yang bersinergi mengawal swasembada pangan nasional. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

Muara Enim of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

 The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.