Wasbitnak Profesional, UPT Kementan Uji Kompetensi Pengawas Bibit Ternak

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Wasbitnak Profesional, UPT Kementan Uji Kompetensi Pengawas Bibit Ternak
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan Kementan komitmen memastikan proses produksi, peredaran hingga pemanfaatan bibit dan benih ternak berjalan sesuai standar bagi peningkatan produktivitas ternak dan ketahanan pangan berkelanjutan.

 

Malang, Jatim (B2B) - Sebanyak 79 peserta mengikuti ´Asesmen Kompetensi Skema Pengawas Bibit Ternak´ oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian - Kementerian Pertanian RI (Kementan) didukung oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara yang berlangsung di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang selama tiga hari, 18 - 20 Mei 2026.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan Asesmen Kompetensi bagi Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) di Malang tersebut, didukung oleh Asesor Kompetensi BBPKH Cinagara yakni Yuniawan dan Adi Rakhman.

Eksistensi Wasbitnak berperan strategis menjaga mutu dan kualitas bibit ternak sebagai fondasi pengembangan subsektor peternakan nasional.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan kualitas SDM peternakan menjadi salah satu penentu menjaga ketahanan pangan nasional.

“Tenaga teknis yang kompeten akan menentukan keberhasilan pelayanan kepada peternak sekaligus mendukung peningkatan produktivitas ternak di daerah,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menilai Sertifikasi Lompetensi menjadi bagian penting menciptakan SDM pertanian profesional dan adaptif terhadap perkembangan subsektor peternakan modern.

“SDM kompeten akan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian modern. Peningkatan kapasitas dan sertifikasi tenaga teknis harus terus diperluas agar kualitas layanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.

BBPKH Cinagara

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) memiliki peran vital menjaga mutu genetik ternak dan mendukung keberlanjutan subsektor peternakan nasional.

“SDM peternakan yang kompeten menjadi kunci meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan kepada peternak," katanya.

BBPKH Cinagara, ungkap Inneke Kusumawaty, terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi tenaga teknis peternakan di berbagai daerah.

"Guna memastikan proses produksi, peredaran hingga pemanfaatan bibit dan benih ternak berjalan sesuai standar bagi peningkatan produktivitas ternak dan ketahanan pangan berkelanjutan," katanya.

Para peserta diuji pada sejumlah unit kompetensi utama, mulai dari penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, komunikasi dan koordinasi kerja, kemampuan menilai produksi, dokumen dan persyaratan teknis peredaran benih dan bibit ternak.

Asesor Kompetensi

Asesor Kompetensi BBPKH Cinagara, Yuniawan dan Adi Rakhman mengatakan pada pelaksanaan asesmen, para peserta melalui ujian tertulis, juga proyek kerja dan simulasi berbasis kasus yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan. 

"Metode ini dilakukan untuk memastikan peserta benar-benar memahami standar teknis pengawasan bibit ternak sesuai ketentuan yang berlaku," kata Yuniawan.

Adi Rakhman menambahkan, asesmen kompetensi menjadi instrumen penting untuk menjamin kualitas tenaga teknis peternakan.

“Pengawas bibit ternak dituntut memiliki ketelitian, kemampuan analisis, dan pemahaman regulasi yang kuat agar mutu bibit dan benih ternak tetap terjaga," katanya.

Karena itu, ungkap Adi Rakhman, asesmen dilakukan secara objektif dan mengacu pada standar kompetensi kerja nasional.

Pemahaman Teknis

Sementara itu, Yuniawan menilai peserta menunjukkan kesiapan dan pemahaman teknis yang baik selama proses asesmen berlangsung.

“Peserta mampu menunjukkan kompetensi teknis sesuai unit yang diujikan. Indikator positif bahwa SDM peternakan kita semakin siap mendukung pengembangan subsektor peternakan yang modern dan berdaya saing,” katanya.

Berdasarkan hasil asesmen, seluruh peserta direkomendasikan kompeten sebagai Pengawas Bibit Ternak. 

"Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kementan mendorong lahirnya tenaga teknis peternakan yang profesional, kompeten, dan siap mendukung pembangunan peternakan nasional yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

 

 

Malang of East Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.