Dirgahayu ke-44, Vetstival Kiat BBPKH Cinagara Ajak Anak Cintai Pertanian
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Rangkaian Dirgahayu HUT ke-44 Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, kegiatan Farmtastic edisi khusus Vetstival sukses digelar pada Senin (25/5) yang berlangsung meriah diikuti 98 anak dari tingkat TK hingga SD di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan pada Kementerian Pertanian RI (Kementan), HUT ke-44 dikemas edukatif dan menyenangkan melalui lomba mewarnai, edukasi peternakan hingga berbagai permainan interaktif bagi 98 anak TK dan siswa SD.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan SDM pertanian sebagai fondasi utama menuju pertanian maju, mandiri, dan modern.
"Generasi muda harus mulai dikenalkan dengan dunia pertanian dan peternakan sejak dini agar tercipta regenerasi pelaku pertanian yang unggul dan berdaya saing," katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, edukasi berbasis pengalaman langsung seperti Farmtastic menjadi langkah strategis membangun ketertarikan generasi muda pada pertanian dan peternakan.
“Kegiatan edukatif seperti Farmtastic mampu menghadirkan proses belajar menyenangkan sekaligus membangun karakter generasi muda yang peduli pertanian, kesehatan hewan dan keamanan pangan," katanya.
Kabadan SDM Pertaniam Kementan, BPPSDMP mendorong UPT pelatihan untuk menghadirkan inovasi edukasi yang dekat dengan masyarakat.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan Farmtastic edisi khusus Vetstival diikuti oleh 39 anak Empowering Indonesia School, 30 siswa MI dan 29 siswa SDN 3 Cinagara.
"Mereka mengikuti kegiatan yang dikemas edukatif dan menyenangkan melalui lomba mewarnai, edukasi peternakan dan sejumlah permainan interaktif," katanya.
Inneke Kusumawaty menambahkan, pertanian masa depan membutuhkan SDM adaptif, kreatif, dan mencintai sektor pertanian sejak usia dini.
Edukasi kepada anak-anak, ungkap Inneke Kusumawaty, menjadi investasi penting membangun ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, kegiatan Vetstival menjadi bagian dari komitmen BBPKH Cinagara menghadirkan edukasi inklusif dan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya peternakan dan kesehatan hewan.
Momentum HUT ke-44 BBPKH Cinagara, menjadi sarana untuk lebih mendekatkan dunia peternakan dan kesehatan hewan pada masyarakat, khususnya anak-anak.
"Edukasi sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan karakter generasi muda yang peduli terhadap kesehatan hewan, keamanan pangan dan keberlanjutan peternakan di masa depan,” katanya.
Media Pembelajaran
Ketua Panitia kegiatan, R Erwin Zulkarnain mengatakan, Farmtastic tidak hanya menjadi ajang perlombaan, juga media pembelajaran untuk mengenalkan dunia peternakan dan kesehatan hewan kepada anak-anak sejak usia dini.
“Anak-anak dapat belajar sambil bermain dan mengenal dunia peternakan dengan cara yang menyenangkan," katanya yang menjabat Ketua Kelompok Penyelenggaraan BBPKH Cinagara.
BBPKH Cinagara, ungkap Erwin Zulkarnain, berharap kegiatan Vetstival dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda pada sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Memurutnya, BBPKH Cinagara sebagai UPT lingkup BPPSDMP) Kementan berupaya menghadirkan program pelatihan dan edukasi yang adaptif, inovatif dan berdampak nyata bagi pembangunan SDM pertanian Indonesia.
Sambutan Antusias
Erwin Zulkarnain mengatakan, usai mengikuti lomba mewarnai, para peserta diajak mengikuti edukasi peternakan di area Obor Pangan Lestari (Opal) yang dipandu oleh Kak Yuniawan.
Dalam sesi tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep peternakan dan pangan lestari melalui pendekatan interaktif, komunikatif dan mudah dipahami.
Keceriaan peserta semakin terasa saat digelar sejumlah games interaktif di Aula Rajawali. Antusiasme anak-anak dan pendamping terlihat sepanjang kegiatan berlangsung hingga pengumuman hasil penilaian dewan juri.
Secara keseluruhan, rangkaian Farmtastic Lomba Mewarnai Edisi Khusus Vetstival berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari peserta maupun pendamping.
Momentum hari jadi ke-44 BBPKH Cinagara, diharapkan mampu mendekatkan edukasi peternakan dan kesehatan hewan pada anak-anak melalui aktivitas kreatif, edukatif dan menyenangkan. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
