Pemeriksa Hewan Kurban, Polbangtan Kerahkan 100 Mahasiswa di Kota Bogor

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Pemeriksa Hewan Kurban, Polbangtan Kerahkan 100 Mahasiswa di Kota Bogor
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto diwakili pimpinan terkait Jurusan Peternakan melepas secara simbolis 100 mahasiswa/i Prodi Keswan dan Prodi PPKH selaku Pemeriksa Hewan Kurban di Kota Bogor terkait penyelenggaraan Idul Adha 1447 H.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berbasis praktik lapangan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang melibatkan 100 mahasiswa Jurusan Peternakan. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa, untuk mengaplikasikan kompetensi yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat veteriner.

Langkah tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa keamanan pangan asal hewan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. 

"Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemeriksaan hewan kurban menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan sektor peternakan," katanya.

Mentan Amran menambahkan, kita membutuhkan SDM pertanian yang tidak hanya unggul secara teori, juga memiliki pengalaman lapangan dan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. 

"Kegiatan mendukung Idul Adha menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda pertanian yang profesional dan berdaya saing,” katanya lagi.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengingatkan bahwa pendidikan vokasi harus mampu memberikan pengalaman belajar yang nyata agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 

“Keterlibatan langsung dalam pemeriksaan hewan kurban, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah keterampilan teknis, kemampuan komunikasi dan profesionalisme yang sangat dibutuhkan dunia kerja. Implementasi nyata konsep link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan lapangan,” katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan diawali dengan seremoni pelepasan Petugas Pemeriksa hewan kurban yang menandai kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan tugas di lapangan. 

Sebanyak 100 mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Hewan (Prodi Keswan) dan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (Prodi PPKH) dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban di berbagai titik di Kota Bogor. 

"Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan atau PLP dan pegawai Jurusan Peternakan Polbangtan Bogor," katanya.

Yoyon Haryanto mengatakan, rangkaian kegiatan pemeriksaan dilaksanakan melalui pemeriksaan antemortem pada 26 Mei 2026 dan dilanjutkan pemeriksaan postmortem pada 27 Mei 2026. 

Pemeriksaan Antemortem
Pemeriksaan antemortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas dari gejala penyakit dan memenuhi persyaratan kesehatan untuk disembelih. 

Sementara itu, kata Yoyon Haryanto, pemeriksaan postmortem dilakukan terhadap karkas, daging, dan organ hewan guna memastikan produk yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan layak dikonsumsi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Polbangtan Bogor bersinergi dengan petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor. 

"Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemeriksaan hewan kurban berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner," kata Yoyon Haryanto.

Pembelajaran Vokasi
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran vokasi yang mengedepankan pengalaman praktik nyata sekaligus pengabdian kepada masyarakat. 

“Kegiatan pemeriksaan hewan kurban ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku kuliah," katanya.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, ungkap Yoyon Haryanto, mahasiswa juga belajar tentang tanggung jawab profesi, kerja sama tim, dan pelayanan kepada masyarakat. 

"Inilah esensi pendidikan vokasi, yaitu belajar melalui praktik nyata untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ungkapnya lagi.

Pengalaman Lapangan
Yoyon Haryanto menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut, juga menjadi kontribusi Polbangtan Bogor mendukung terwujudnya keamanan pangan asal hewan serta perlindungan kesehatan masyarakat.

"Mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang memperkuat kemampuan teknis dan profesionalisme sebagai calon tenaga teknis maupun tenaga profesional di bidang peternakan dan kesehatan hewan," katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Polbangtan Bogor mencetak lulusan kompeten, profesional, dan siap berkontribusi menjaga kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.