Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran, Kementan Fokus Regenerasi Petani
Indonesian Center for Agriculture Training (ICAT) Lembang
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memperkenalkan teknologi pertanian pada 215 siswa/i SMA MTS Al-Asiyah Cibinong, Bogor, Jawa Barat didampingi guru yang berkunjung ke BBPP Lembang pada Rabu (28/1).
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika diwakili Tim Manajemen dipimpin Widyaiswara Aris Hanafiah menerima secara resmi rombongan SMA MTS Al-Asiyah Cibinong, Bogor dipimpin Kepala Sekolah RA Fauzi.
Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan, maka Kementan terus melakukan pembinaan, memfasilitasi sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.
“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” tuturnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Pasalnya, petani-petani saat ini menua, sedangkan jumlah kebutuhan pangan terus meningkat.
“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.
BBPP Lembang
Rombongan diterima secara resmi oleh tim manajemen BBPP Lembang mewakili Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika di penghujung Januari lalu.
Kepala Sekolah MTS Al Asiyah, RA Fauzi mengapresiasi BBPP Lembang atas ketersediaan siswa/i untuk mengenal dunia pertanian.
“Kami ingin mengenalkan pertanian dan pengelolaannya serta memberi pemahaman kepada para siswa tentang lingkungan, yang akan menjadi rujukan bagi anak-anak tentang pertanian modern," katanya.
Tujuan kedua, kata RA Fauzi, siswa/i mengikuti kegiatan belajar di luar kelas, karena dengan praktik langsung maka akan terjadi interaktif sehingga kegiatan belajar lebih menyenangkan.
Dalam kunjungannya, siswa-siswi mempraktikkan tiga jenis olahan pangan yaitu eggroll pisang, eggroll kentang, dan es krim jagung di laboratorium pengolahan hasil pertanian.
Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian memberikan penjelasan tentang sub sistem hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Selanjutnya didampingi petugas, siswa/i dikenalkan pada alat dan bahan pembuatan masing-masing olahan yakni eggroll pisang, eggroll kentang, dan es krim jagung.
Fasilitas Pembelajaran
Secara bergantian, siswa/i praktik, mulai dari pencampuran bahan lalu mencetak eggroll pisang dan kentang menggunakan mesin pembuatan eggroll serta membuat adonan es krim hingga menjadi es krim siap konsumsi.
Ratusan siswa/i kelas IX juga diajak mengelilingi beberapa fasilitas pembelajaran seperti screen house tanaman hias, zona KRPL, sayuran lapang, pascapanen kopi, dan budidaya selada siomak menggunakan teknologi hidroponik sistem deep flow technique (DFT).
Hermalia, salah satu siswi mengakui pengalaman membuat eggroll kentang, sangat menarik dan bermanfaat.
"Pengalaman di sini, akan saya praktikkan di rumah dan didemonstrasikan saat ada Market Day di sekolah nanti," katanya.
Pengakuan serupa dikemukakan Dwi Sari Maulida di sela kegiatan membuat es krim, mengaku memperoleh banyak ilmu dengan eksplorasi selama berkunjung di BBPP Lembang, “senang sekali belajar pertanian di BBPP Lembang,” ujarnya [yoko/chetty/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
