Gertam 25 Provinsi, UPT Kementan Kawal Oplah Sumsel Berjalan Maksimal
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
PALI, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui program Gerakan Tanam (Gertam) Serempak mendorong percepatan Optimalisasi Lahan (Oplah) pertanian. Gertam bertujuan ´menghidupkan kembali´ ribuan hektar lahan tidur seluas 50 ribu hektar pada 25 provinsi.
Sementara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kick off kegiatan dipusatkan di Desa Modong, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Kamis (30/4).
Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty hadir langsung mengawal kegiatan sebagai Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Sumsel.
Upaya Kementan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Gertam Serempak merupakan strategi percepatan tanam untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
“Ini bukan sekadar program, tetapi langkah konkret memastikan seluruh potensi lahan dimanfaatkan optimal. Kita ingin produksi meningkat signifikan dan ketahanan pangan tetap terjaga,” ujarnya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa keberhasilan Gertam Serempak ditentukan oleh pengawalan di lapangan, khususnya penyuluh bersama petani.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mengatakan kick off kegiatan di Kabupaten PALI bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal percepatan Oplah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Kehadiran Kementan oleh BBPKH Cinagara menjadi bagian penting memastikan pelaksanaan Gertam Serempak berjalan efektif, terukur dan sesuai standar teknis budidaya," katanya.
Kegiatan Gertam di PALI dihadiri oleh perwakilan Bupati PALI, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan H Kamriadi, jajaran TNI dan Polri, Kepala Dinas Pertanian PALI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Diskominfo, penyuluh pertanian serta Brigade Pangan yang menjadi ujung tombak di lapangan.
Di lokasi kegiatan, kata Inneke Kusumawaty, potensi lahan mulai digarap serius. Lahan Oplah di Desa Modong tercatat 115 hektar, sementara di Desa Pandan 129 hektare.
Pengelolaan lahan Oplah dipercayakan pada Brigade Pangan Maju Bersama dengan penggunaan varietas unggulan padi Inpari 32 yang dikenal produktif dan adaptif terhadap kondisi lahan.
Inneke Kusumawaty menambahkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) menjadi bagian penting mendukung percepatan tanam.
“Penggunaan Alsintan seperti rice transplanter, drone pertanian dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.
Dukungan Daerah
Kepala Dinas Pertanian Pemkab PALI, Ahmad Jhoni menegaskan bahwa Gertam Serempak merupakan langkah konkret meningkatkan produksi pertanian daerah.
“Ini bukan seremoni. Ini langkah nyata mendorong produktivitas dan memastikan lahan-lahan yang sebelumnya tidak tergarap bisa menghasilkan,” tegasnya.
Ahmad Jhoni menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor mendukung keberhasilan program. Gertam Serempak difokuskan pada pemanfaatan lahan Oplah, termasuk dari Program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Dukungan lintas sektor dan pendampingan intensif menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, H Kamriadi menekankan bahwa sektor pertanian kini menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
“Targetnya jelas. Produksi meningkat, ketahanan pangan terjaga dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujarnya.
Brigade Pangan Sumsel
Dalam kesempatan tersebut, Inneke Kusumawaty menegaskan komitmen BBPKH Cinagara dalam mengawal penuh pelaksanaan program sebagai PJ Brigade Pangan Sumsel.
“Pengawalan ini kami lakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan optimal.Mulai identifikasi lahan, pengolahan, hingga penanaman," katanya.
Menurutnya, sinergi pemerintah daerah, penyuluh, dan Brigade Pangan menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi. Program Oplah merupakan strategi penting menjawab tantangan ketahanan pangan ke depan.
“Dengan pemanfaatan lahan Oplah yang sebelumnya belum tergarap, kita membuka peluang besar meningkatkan luas tanam dan produksi. Kami optimistis, dengan pendampingan tepat, Sumsel dapat menjadi salah satu lumbung pangan nasional,” ungkap Inneke Kusumawaty
Dia menambahkan, melalui pengawalan langsung oleh BBPKH Cinagara, pelaksanaan Gertam Serempak di Kabupaten PALI diharapkan memberi dampak nyata terhadap peningkatan produksi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di daerah. [yudi/timhumas smkppnsembawa]
PALI of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
