Kementan gelar Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan dan Pengolahan Hasil
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar ´Sertifikasi Kompetensi bagi 2 Skema Sertifikasi: Penyuluhan Pertanian Level Supervisor Pertama dan Fasilitator Pemula serta Pengolahan Hasil Pertanian´.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori selaku Asesor Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian mengatakan kegiatan sertifikasi selama tiga hari, 4 - 6 September 2026 di BBPP Lembang, yang diikuti oleh 14 orang peserta (asesi).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern dan berkelanjutan.
“Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas tinggi, dan modernisasi pertanian,” tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan kompetensi menjadi faktor penting meningkatkan produktivitas serta mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori memgatakan ke-14 asesi mengikuti sertifikasi, terdiri atas 7 asesi mengikuti skema sertifikasi pengolah susu kedelai.
"Ada 9 asesi mengikuti sertifikasi skema penyuluhan pertanian yaitu 8 asesi level supervisor pertama dan 1 orang level fasilitator pemula," katanya.
Ahmad Dedy Syathori menambahkan, asesi merupakan widyaiswara, pelaku usaha dan petugas laboratorium pengolahan hasil pertanian.
Saat pembukaan kegiatan, Jumat (4/9), Ketua Kelompok Substansi Standarisasi dan Sertifikasi Pertanian Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Eka Herissuparman mengatakan, terdapat 204 skema sertifikasi secara nasional untuk bidang pertanian.
"Metode yang digunakan oleh asesor untuk menguji para asesi dengan unjuk portofolio, ujian tertulis, dan unjuk kerja," katanya.
Standarisasi Kompetensi
Ahmad Dedy Syathori, mengingatkan tentang tujuan pelaksanaan sertifikasi, bahwa harus ada standarisasi kompetensi bagi semua widyaiswara.
“Diharapkan widyaiswara dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada peserta pelatihan dan tidak ada kesenjangan yang lebar,” ujarnya.
Saat penutupan sertifikasi, tim asesor menyatakan bahwa 16 orang asesi dinyatakan kompeten.
Salah seorang Asesi yang merupakan widyaiswara BBPP Lembang, Toni Nugraha, menceritakan pengalamannya sebagai widyaiswara banyak mendampingi dan mempersiapkan penyuluh menghadapi uji kompetensi sehingga saat ini merasakan langsung prosesnya.
“Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus refleksi dan penyegaran kompetensi,” katanya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menjalankan peran sebagai asesor secara professional, obyektif, dan berintegritas.
Sementara itu peserta sertifikasi pengolah susu kedelai, Widiasari, juga mengatakan hal serupa.
“Alhamdulilah setelah mengikuti sertifikasi pembuatan susu kedelai, lebih memahami proses produksi sesuai SOP dan standar mutu kedelai dan kami senang semua dinyatakan kompeten," katanya. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
