SDM Kompeten, Polbangtan Kementan gelar Sertifikasi Kompetensi 3 Prodi
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kota Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melaksanakan pembukaan Sertifikasi Kompetensi bagi mahasiswa dari tiga program studi (Prodi) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan yang siap kerja dan berdaya saing di sektor pertanian.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Sertifikasi Kompetensi tersebut meliputi skema Manajer Produksi Agribisnis untuk Prodi Agribisnis Hortikultura (AGH), Teknisi Perawatan Alsintan untuk Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), serta Paramedik Veteriner untuk Prodi Kesehatan Hewan (Keswan).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan sektor pertanian nasional.
“Kita membutuhkan SDM pertanian yang unggul, kompeten, dan siap terjun ke lapangan. Sertifikasi kompetensi instrumen penting untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kemampuan terstandar, sehingga mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Sertifikasi Kompetensi merupakan bentuk komitmen mencetak lulusan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap tantangan zaman dan kebutuhan industri.
“Mahasiswa harus memiliki kompetensi terukur dan diakui. Lulusan tidak hanya memiliki ijazah akademik, juga bukti kompetensi profesional yang meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin, menilai sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan vokasi pertanian.
“Kami terus mendorong pendidikan vokasi berbasis praktik dan kompetensi agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian. Sertifikasi ini menjadi penguatan penting agar mahasiswa semakin siap memasuki dunia profesional,” ungkap Muhammad Amin.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi diikuti oleh total 108 asesi yang akan menjalani proses uji kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing, belum lama ini.
"Sertifikasi kompetensi menjadi langkah strategis, memastikan lulusan Polbangtan Bogor memiliki pengakuan atas kemampuan teknis dan profesional yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri pertanian," katanya.
Wakil Direktur III Polbangtan Bogor, Rudi Hartono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi menjadi bukti keseriusan Polbangtan Bogor mempersiapkan lulusan yang profesional dan terserap di dunia kerja.
Sebanyak 105 asesi yang mengikuti sertifikasi, diharapkan mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya sesuai bidang masing-masing.
"Kami ingin lulusan Polbangtan Bogor tidak hanya unggul secara akademik, juga legitimasi kompetensi yang diakui dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia,” katanya.
Skema Sertifikasi
Adapun Skema Sertifikasi Kompetensi yang diikuti meliputi Manajer Produksi Agribisnis bagi mahasiswa Program Studi AGH, Teknisi Perawatan Alsintan untuk mahasiswa Program Studi TMP dan Paramedik Veteriner bagi mahasiswa Prodi Keswan.
"Melalui sertifikasi, peserta akan diuji kemampuan teknis, manajerial dan keterampilan praktis sesuai standar kompetensi kerja di bidang masing-masing," ungkap Rudi Hartono.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas lulusan pendidikan vokasi pertanian yang profesional, kompeten, serta siap mendukung pembangunan pertanian Indonesia menuju sektor yang lebih maju, mandiri, dan modern. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
