Kabalai Cinagara Dampingi Kabadan SDM Kementan Pimpin Gertam Ogan Ilir Sumsel
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Ogan Ilir, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI menggelar kegiatan Gerakan Tanam (Gertam) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir pada Kamis pekan lalu (7/5).
Kegiatan Gertam di Ogan Ilir, Sumsel dipimpin oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Sumsel di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pamulutan.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mengatakan kegiatan Gertam merupakan bagian dari upaya Percepatan Tanam dan Peningkatan Produksi Pangan nasional mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya percepatan tanam dan optimalisasi lahan sebagai langkah konkret menghadapi tantangan pangan global.
“Kita harus bergerak cepat meningkatkan produksi pangan nasional. Seluruh potensi lahan harus dioptimalkan dengan dukungan teknologi, mekanisasi dan SDM pertanian yang kuat agar Indonesia mampu mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan,” katanya.
BBPKH Cinagara
Pada kegiatan Gertam di Ogan Ilir, Sumsel, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Gertam menjadi langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
“Gertam bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen bersama memperkuat produksi pangan nasional. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan Brigade Pangan menjadi kunci percepatan swasembada pangan,” katanya.
Kabadan juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap berbagai kendala yang dihadapi Brigade Pangan di lapangan agar setiap program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.
“Setiap permasalahan di lapangan yang dialami Brigade Pangan tolong segera dilaporkan kepada Kelsi, Katimker, maupun PJ kabupaten dan provinsi supaya dapat segera terselesaikan," katanya.
Semuanya harus bergerak supaya ada progres. Jangan sampai apa yang sudah kita rencanakan tidak ada pergerakan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Abi Bakrin Siddiq; PJ Swasembada Pangan Sumsel, Rachmat; Danrem 044/Gapo; Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso; Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel; para penyuluh pertanian dan Brigade Pangan.
Brigade Pangan
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mengatakan Brigade Pangan memiliki peran penting mendukung percepatan tanam dan pendampingan petani di lapangan.
“Brigade Pangan menjadi bagian penting memperkuat gerakan percepatan tanam melalui pendampingan langsung sinergi seluruh pihak," katanya.
Inneke Kusumawaty mengharapkan kegiatan Gertam diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Selatan,” katanya.
Dia menambahkan, kegiatan Gertam dilaksanakan penuh semangat dan antusiasme dari para peserta.
"Selain melakukan Gertam bersama, kegiatan juga menjadi sarana penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan Brigade Pangan mendukung peningkatan produksi pangan nasional," kata Inneke Kusumawaty. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Ogan Ilir pf South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
