TNI AD & Kementan Perkuat Kemandirian Purnawirawan melalui Pelatihan Peternakan
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi Purnawirawan TNI AD terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kolaborasi dengan Mabes TNI AD menggelar kegiatan Pelatihan Pembekalan Keterampilan Peternakan Terpadu bagi Purnawirawan TNI AD.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kolaborasi Kementan dengan TNI AD menjadi langkah strategis menciptakan SDM siap mandiri dan produktif pasca kedinasan sebagai prajurit TNI AD pada ´Pelatihan Peternakan Terpadu´ yang dibuka oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama mendorong kemajuan sektor pertanian termasuk peternakan.
“Pembangunan pertanian tidak akan berhasil tanpa didukung SDM yang kuat dan terampil. Program pelatihan seperti ini sangat strategis menciptakan pelaku usaha baru di sektor peternakan, sekaligus mempercepat upaya mewujudkan swasembada pangan, khususnya daging,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BBPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pelatihan merupakan inisiasi sangat baik dalam membangun kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat kapasitas SDM pertanian dan peternakan.
“Kita harus terus bahu-membahu bekerja sama dengan berbagai pihak. Tidak hanya di subsektor tanaman pangan, tetapi juga sektor lain seperti peternakan," katanya.
BBPKH Cinagara
Kegiatan ´Pelatihan Peternakan Terpadu´ secara resmi dibuka Senin (4/5) oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti didampingi Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty beserta jajaran Kementan di BBPKH Cinagara.
"Pembekalan keterampilan seperti ini menjadi bagian dari tugas BPPSDMP Kementan mencetak SDM yang unggul, profesional, dan mandiri di sektor pertanian di antaranya dari Purnawirawan TNI AD," katanya.
Tampak hadir Kepala Satuan Sahli/Staf Ahli - Pusat Administrasi Personel (Kasat Sahlur Pusminpers) Kolonel Inf Catur Sutoyo; Perwira Pembantu Utama IX Binsahlur
Staf Personalia Angkatan Darat (Paban Spersad) Kolonel ARH Henry Yudi Setiawan; Kasubdissahlur Disminpersad, Kolonel Inf Doni Firmansah´ dan Kasubdit Pembinaan Persiapan Purna Tugas (Binsiaplurja) Direktorat Ajudan Jenderal TNI AD (Ditajenad) Kolonel CAJ Suparno.
Sementara Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menekankan pentingnya sinergitas antar lembaga, untuk menyukseskan program pembekalan tersebut, sekaligus memperkuat peran BBPKH Cinagara sebagai pusat peningkatan kompetensi bidang kesehatan hewan dan peternakan.
“Kolaborasi antara BBPKH Cinagara dan TNI AD menjadi langkah strategis dalam menciptakan SDM yang siap mandiri dan produktif pasca dinas," katanya.
BBPKH Cinagara, ungkap Inneke Kusumawaty, tidak hanya hadir sebagai penyelenggara pelatihan, juga sebagai penguat kapasitas melalui transfer pengetahuan, keterampilan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dia menambahkan, melalui sinergi tersebut, BBPKH Cinagara berkomitmen senantiasa berkontribusi mencetak SDM peternakan yang kompeten, sekaligus mendukung pembangunan pertanian nasional.
"Pelatihan diharapkan mampu menjadi bekal nyata bagi para Purnawirawan TNI AD mengembangkan usaha produktif di bidang peternakan terpadu, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional," ungkap Inneke Kusumawaty.
Purnawirawan TNI AD
Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan TNI AD, Adhi Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD mempersiapkan personel menghadapi masa purna tugas dengan bekal keterampilan yang aplikatif.
“Melalui kegiatan pembekalan, TNI AD memberikan kemampuan praktis kepada personel, khususnya di bidang peternakan terpadu sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di tengah masyarakat," katanya.
Program ini bukan sekadar pelatihan, ungkap Adhi Kurniawan, juga merupakan investasi jangka panjang membentuk SDM yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kehidupan pasca dinas,” katanya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
