Percepatan Swasembada Pangan, UPT Kementan Kawal Gertam Oplah Bengkulu

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Percepatan Swasembada Pangan, UPT Kementan Kawal Gertam Oplah Bengkulu
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan pelaksanaan Gertam tingkat provinsi dipusatkan di Desa Terulung, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, tepatnya di lahan Kelompok Tani Terulung Makmur seluas 21 hektare.

 

Bengkulu Selatan, Bengkulu (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat langkah strategis mempercepat swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. 

Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak (Gertam) pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 50.000 hektare yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan nasional ini dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat dan melibatkan berbagai provinsi sentra pangan, termasuk Provinsi Bengkulu yang menjadi salah satu daerah penggerak utama program.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serempak merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.

“Tanam serempak ini adalah strategi percepatan. Kita ingin memastikan seluruh potensi lahan bisa dimanfaatkan optimal sehingga produksi meningkat dan ketahanan pangan tetap terjaga,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengawalan di lapangan sebagai kunci keberhasilan program.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) turut mempercepat proses tanam dan meningkatkan efisiensi.

“Penggunaan alsintan seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.

BBPKH Cinagara

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan di Provinsi Bengkulu, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara berperan aktif sebagai Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan dengan mengawal pelaksanaan Gertam pada sembilan kabupaten, dengan total potensi tanam mencapai 300 hektare. 

"Peran ini menjadi krusial dalam memastikan Brigade Pangan bekerja optimal serta seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai standar teknis budidaya modern," katanya.

Pelaksanaan Gertam tingkat provinsi dipusatkan di Desa Terulung, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, tepatnya di lahan Kelompok Tani Terulung Makmur seluas 21 hektare. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bengkulu Selatan, Kepala BRMP Bengkulu, jajaran BBPKH Cinagara, Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten, penyuluh pertanian, Babinsa, serta Brigade Pangan.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menegaskan bahwa pengawalan yang dilakukan merupakan bentuk komitmen dalam memastikan keberhasilan program strategis nasional di daerah.

“Melalui peran kami sebagai PJ Brigade Pangan, BBPKH Cinagara hadir untuk memastikan setiap tahapan Gertam berjalan optimal, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga pendampingan teknis di lapangan."

Oplah Bengkulu

Sinergi antar pihak menjadi kunci agar target tanam dan peningkatan produksi dapat tercapai secara maksimal.

Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi lahan di Bengkulu memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

“Kami melihat progres yang sangat baik, baik dari sisi kesiapan lahan maupun semangat petani. Dengan pengawalan yang intensif dan penerapan teknologi budidaya yang tepat, kami optimistis Bengkulu dapat menjadi salah satu kontributor penting dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” tambahnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa luas lahan Oplah di Provinsi Bengkulu mencapai 12.163 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten. Sebagian besar lahan tersebut telah memasuki Musim Tanam Kedua (MT-2), menandakan peningkatan intensitas produksi pertanian di daerah.

Sementara itu, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Oplah Bengkulu sejak Januari hingga April 2026 telah mencapai 5.706 hektare. 

Angka ini menunjukkan progres positif dalam percepatan realisasi program ketahanan pangan nasional sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan melalui optimalisasi lahan secara masif dan terintegrasi.

Melalui pengawalan intensif oleh BBPKH Cinagara sebagai PJ Brigade Pangan, pelaksanaan Gertam di Bengkulu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

 

South Bengkulu of Bengkulu [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.