Gudang Bulog Palembang, Wamentan Pantau Kapasitas Serap Panen Sumsel

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Gudang Bulog Palembang, Wamentan Pantau Kapasitas Serap Panen Sumsel
BBPKH CINAGARA: Wamentan Sudaryono [tengah] menjawab pers didampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti [kiri] dan Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel [kanan].

 

Palembang, Sumsel (B2B) - Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gudang Bulog Sukamaju di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (23/4) untuk memastikan kesiapan stok beras sekaligus memantau kondisi penyimpanan Gudang Bulog tengah tingginya produksi nasional. 

Wamentan Sudaryono didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dan Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan wilayah Sumsel.

Kunjungan dilakukan berdasarkan hasil peninjauan, cadangan beras nasional saat ini tercatat lebih dari 5,1 juta ton dalam kondisi aman serta terjaga kualitasnya.

“Saya sudah cek langsung sampai ke bagian dalam gudang. Beras dalam kondisi baik, tidak lembab, tidak rusak, dan bebas dari hama. Ini penting untuk memastikan kualitas tetap terjaga hingga ke tangan masyarakat,” ujar Sudaryono.

Dia menegaskan, tantangan pemerintah saat ini tidak hanya pada peningkatan produksi, juga pada pengelolaan stok dan keterbatasan kapasitas gudang akibat tingginya serapan hasil panen, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.

Menjawab tantangan tersebut, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Renato Horison, menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur penyimpanan terus dilakukan melalui penambahan gudang baru.

“Sumsel mendapatkan alokasi pembangunan lima gudang baru karena merupakan salah satu sentra produksi pangan utama, baik di tingkat regional maupun nasional. Penambahan ini penting untuk meningkatkan kapasitas serapan, khususnya saat panen raya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan gudang tambahan tersebut akan memastikan hasil produksi dapat tertampung dengan baik sehingga stabilitas harga tetap terjaga.

BBPKH Cinagara

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penguatan sistem produksi dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Dengan dukungan sistem penyerapan hasil yang kuat, kita memastikan hasil produksi dapat tersalurkan dengan baik dan memberikan kepastian bagi pelaku utama di sektor pertanian,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan Bulog, serta penguatan infrastruktur penyimpanan, rantai pasok pangan nasional diharapkan semakin kuat, sehingga produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan optimal secara berkelanjutan.

Sementara Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan wilayah Sumsel menegaskan bahwa kesiapan dan penguatan kapasitas gudang Bulog menjadi faktor penting dalam memberikan kepastian penyaluran hasil produksi.

“Dengan kesiapan gudang Bulog yang terus diperkuat, Brigade Pangan memiliki kepastian dalam menyalurkan hasil produksi tanpa harus pusing memikirkan pasar. Ini menjadi jaminan penting bagi keberlanjutan produksi di lapangan,” jelas Inneke.

Dia menambahkan, perluasan kapasitas gudang penyimpanan Bulog memberikan dampak positif signifikan bagi perkembangan Brigade Pangan.

“Dengan kapasitas gudang yang semakin luas, serapan hasil produksi menjadi lebih optimal dan distribusi dapat dilakukan lebih terencana," katanya.

Hal ini mendorong stabilitas harga sekaligus memberi ruang bagi Brigade Pangan untuk terus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

 

Palembang of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.