SPBU Pertanian, Kementan Perkuat Dukungan Energi Brigade Pangan Sumsel
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong penguatan sektor pertanian berbasis mekanisasi melalui penyediaan energi yang terjangkau dan merata bagi petani dan Brigade Pangan pada sentra produksi padi seperti Provinsi Sumatera Selatan (Sumse).
Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan wilayah Sumsel, Inneke Kusumawaty mengatakan langkah konkret diwujudkan Kementan didukung sejumlah pihak terkait bagi pembangunan SPBU Pertanian Satu Harga di Desa Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Peletakan batu pertama (ground breaking) SPBU Pertanian Muara Telang oleh Staf Khusus Mentan, Sam Herodian bersama Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumsel, Bambang Pramono dan Kepala BPPSDM Kementan, Idha Widi Arsanti diwakili Inneke Kusumawaty yang juga Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara pada Jumat (24/4).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dukungan energi menjadi elemen krusial mendorong peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani.
“Transformasi pertanian modern harus ditopang ketersediaan sarana produksi, termasuk energi. SPBU pertanian ini adalah langkah konkret untuk memastikan petani dapat berproduksi secara optimal tanpa terkendala pasokan BBM,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pembangunan SPBU pertanian juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertanian modern yang terintegrasi.
“Ketersediaan energi yang mudah diakses akan mempercepat adopsi mekanisasi pertanian di tingkat lapangan. Hal ini akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta memperkuat kapasitas petani dalam mengelola usaha taninya secara berkelanjutan,” katanya.
Senada hal tersebut, Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian menambahkan bahwa kehadiran SPBU ini akan memperkuat operasional alsintan di lapangan.
“Modernisasi pertanian tidak bisa dilepaskan dari dukungan energi. Alsintan yang digunakan petani membutuhkan pasokan BBM yang stabil, sehingga kehadiran SPBU pertanian ini menjadi sangat strategis,” ujar Sam.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mengatakan SPBU Pertanian Muara Telang dikelola oleh Koperasi Produsen Tuah Selebar Daun di bawah binaan Kementan.
"SPBU Pertanian Muara Telang dibangun atas inisiasi Kementan didukung oleh Kementerian ESDM dan Pertamina beserta sejumlah pihak terkait," katanya.
Sasarannya, ungkap Inneke Kusumawaty, untuk mengantisipasi lahan sawah seluas 11.973 hektar di Kecamatan Muara Telang, sehingga kebutuhan BBM tergolong sangat tinggi untuk mendukung operasional Alsintan.
Inneke Kusumawaty menambahkan, program tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di sentra produksi, dengan memastikan ketersediaan bahan bakar bagi operasional alat dan mesin pertanian (alsintan).
Brigade Pangan
Dalam kegiatan di Muara Telang tersebut, Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, selaku PJ Brigade Pangan Sumsel memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian tersebut.
"Keberadaan SPBU Pertanian Satu Harga akan memberikan dampak signifikan bagi operasional Brigade Pangan di Sumsel," katanya.
SPBU pertanian, ungkap Inneke Kusumawaty, menjadi solusi nyata memastikan ketersediaan energi bagi Brigade Pangan.
"Dengan akses BBM yang lebih dekat, stabil dan terjangkau, maka operasional Alsintan di lapangan akan lebih efisien dan terencana,” katanya.
Dia menambahkan, kemudahan akses energi akan mendorong peningkatan intensitas tanam serta optimalisasi pemanfaatan alsintan di kawasan pertanian.
“Dengan dukungan energi yang terjamin, Brigade Pangan dapat meningkatkan produktivitas secara konsisten, yang akan berdampak langsung pada percepatan tanam dan peningkatan hasil produksi,” tambahnya.
Pertama di Indonesia
SPBU Pertanian di Muara Telang ini menjadi yang pertama di Indonesia dan diproyeksikan sebagai model percontohan nasional.
Pada tahap awal, kawasan yang dikembangkan mencakup lahan seluas 10 ribu hektare dengan dukungan sekitar 150 anggota penyedia Alsintan.
Sementara itu, mewakili Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Staf Khusus Bidang Pertanian, Bambang Pramono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
“Pemprov Sumsel sangat mendukung hadirnya SPBU pertanian ini. Solusi nyata bagi petani agar tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM untuk operasional Alsintan,” ujarnya.
Bambang Pramono menambahkan, keberadaan SPBU Pertanian Satu Harga ini diharapkan mampu mendorong efisiensi usaha tani, memperkuat kelembagaan ekonomi berbasis koperasi dan menjaga stabilitas produksi pangan Sumsel. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
