Gertamnas Swasembada, Kementan Percepat Tanam CSR Muara Enim Sumsel
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Muara Enim, Sumsel (B2B) - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi bagian penting Gerakan Tanam Nasional (Gertamnas) Padi Serentak pada 19 provinsi oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) untuk memperluas lahan produktif seraya menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.
Gertamnas Sumsel fokus pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) tersebar pada sejumlah kabupaten, di antaranya Kabupaten Muara Enim di Desa Kayu Ara Batu, Kecamatan Muara Belida, Selasa (21/4).
Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan wilayah Sumsel mengatakan, Gertam Padi Serentak pada lahan 400 hektar menjadi bagian dari Optimalisasi Lahan (Oplah) bagi peningkatan produksi pangan.
Gertamnas sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa pelaksanaan tanam serentak menjadi upaya strategis pemerintah menjaga kesinambungan produksi pangan nasional, khususnya di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
“Pelaksanaan tanam serentak di berbagai wilayah merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi, sehingga ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa keberhasilan program tidak hanya terletak pada pembukaan lahan, juga optimalisasi pemanfaatannya melalui pendampingan yang intensif di lapangan.
“Fokus kita memastikan setiap lahan yang dibuka dapat segera ditanami secara optimal. Percepatan tanam harus terus dikawal melalui peran aktif penyuluh serta kesiapan petani," katanya.
BBPKH Cinagara
Kegiatan Gertam serentak di Desa Kayu Ara Batu, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim dipimpin oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel. didampingi Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso dan sejumlah pihak terkait di Muara Enim.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain SMKPP Negeri Sembawa, BRMP Sumatera Selatan, para penyuluh pertanian, Babinsa, serta petani yang tergabung dalam Brigade Pangan.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi bukti nyata sinergi kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, aparat, dan petani mendorong percepatan pembangunan pertanian di daerah," kata Inneke Kusumawaty.
Dalam arahannya, Inneke Kusumawaty menekankan pentingnya percepatan proses tanam di lapangan serta menginstruksikan para penyuluh untuk aktif mendorong Brigade Pangan agar segera melakukan pertanaman tanpa penundaan.
“Penyuluh harus mampu memastikan Brigade Pangan segera melakukan pertanaman," katanya.
Pelaporan Berjenjang
Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mengingatkan tim Brigade Pangan, apabila terdapat kendala di lapangan, harus segera dilaporkan secara berjenjang.
"Mulai dari ketua tim kerja, kepala seksi hingga penanggung jawab, untuk kemudian diteruskan ke pusat. Jangan lagi menunda proses pertanaman, sehingga progres kegiatan dapat terus berjalan sesuai target,” tegasnya.
Inneke Kusumawaty menambahkan, percepatan di lahan CSR merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan baru agar lebih produktif dan memberikan hasil nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional.
“Percepatan tanam di lahan CSR ini merupakan salah satu bentuk upaya pemanfaatan lahan baru agar lebih produktif dan menghasilkan, sehingga mampu menggenjot produksi nasional secara signifikan,” tambahnya.
Menurutnya, melalui Gertam Serentak, Kementan optimistis mampu meningkatkan luas tanam dan produktivitas padi secara signifikan.
"Selain itu, program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan lahan baru hasil CSR serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global," katanya.
Ke depan, ungkap Inneke Kusumawaty, sinergi antar pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan program serta tercapainya target produksi pangan nasional yang optimal. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Muara Enim of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
