Perkuat Standar Mutu, 3 Unit Usaha BBPKH Cinagara Raih Sertifikat NKV
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara melalui Pengelolaan Inkubator Agribisnis (PIA) kembali menunjukkan komitmennya menjamin mutu dan keamanan produk asal hewan, dengan meraih Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tiga unit usaha yang dikelola.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan capaian tersebut sejalan dengan peran BBPKH Cinagara sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bagi penguatan SDM pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik dan kewirausahaan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa jaminan mutu dan keamanan produk asal hewan merupakan fondasi penting membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing sektor peternakan nasional.
“Standar mutu seperti NKV harus menjadi perhatian utama. Produk yang aman, sehat, utuh dan halal adalah kunci untuk memperkuat daya saing, baik di pasar domestik maupun global,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan inkubator agribisnis berbasis Teaching Factory (TeFa) menjadi strategi penting mencetak SDM yang terampil juga memahami standar mutu industri.
“Melalui inkubator agribisnis, proses pembelajaran tidak hanya teori, tetapi praktik nyata yang mengacu pada standar industri. Sertifikasi seperti NKV menjadi bukti bahwa lulusan pelatihan kita siap bersaing dan mampu memenuhi tuntutan kualitas di lapangan,” ujarnya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan pengelolaan Inkubator Agribisnis (PIA) BBPKH Cinagara merupakan bagian integral dari fungsi pelatihan.
"Dirancang sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan, klinik konsultasi agribisnis, wadah pembinaan dan pendampingan bagi peserta pelatihan, tenant, dan masyarakat mengembangkan usaha agribisnis yang mandiri dan berkelanjutan," katanya.
Melalui pendekatan tersebut, ungkap Inneke Kusumawaty, proses pembelajaran diperkuat praktik langsung berbasis unit usaha nyata (TeFa) sehingga mampu menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dunia usaha dan industri.
"Tiga unit usaha yang memperoleh sertifikat NKV adalah Unit Budidaya Ternak Perah, Unit Pengolahan Susu dan Unit Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU)," katanya.
Sertifikat ini menjadi bukti bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan higienis, sanitasi dan standar Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian oleh Otoritas Veteriner Provinsi Jawa Barat, Unit Budidaya Ternak Perah dan Unit Pengolahan Susu memperoleh predikat Tingkat II (Baik), sedangkan Unit Rumah Potong Hewan Unggas mendapatkan predikat Tingkat III (Cukup).
Prinsip ASUH
Capaian ini mencerminkan keseriusan BBPKH Cinagara dalam memastikan bahwa setiap proses produksi berjalan sesuai prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa perolehan sertifikat NKV ini merupakan bagian dari penguatan peran Pengelolaan Inkubator Agribisnis sebagai teaching factory yang terstandar.
“Pencapaian ini menegaskan bahwa unit usaha di BBPKH Cinagara tidak hanya berorientasi pada produksi, juga menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik yang telah memenuhi standar Kesehatan Masyarakat Veteriner.
Melalui PIA, Kementan memastikan proses pembelajaran berjalan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus mendukung kebijakan Kementan mencetak SDM pertanian yang kompeten, adaptif dan berdaya saing.
Berlaku 5 Tahun
Sertifikat NKV yang diterbitkan berlaku selama lima tahun sejak tanggal penetapan, yaitu 30 April 2026, dan menjadi landasan penting meningkatkan daya saing serta kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari optimalisasi sumber daya manusia, pemanfaatan sarana prasarana, serta sinergi antar unit dalam pengelolaan Inkubator Agribisnis secara terintegrasi,"
Sementara itu, Manager Pengelola Inkubator Agribisnis, Farissa Romadhiyati, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan dan kerja tim yang solid.
“Inkubator Agribisnis kami dirancang sebagai ekosistem pembelajaran terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran," katanya.
Perolehan NKV ini menjadi bukti bahwa proses bisnis yang kami jalankan telah memenuhi standar, dan ke depan kami akan terus mendorong peningkatan level sertifikasi pada seluruh unit usaha,” jelasnya.
Ke depan, BBPKH Cinagara melalui Pengelolaan Inkubator Agribisnis berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas unit usaha, memperkuat peran sebagai pusat pembelajaran kewirausahaan, serta mendukung pembangunan sektor peternakan dan kesehatan hewan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
