Pemerintah Permudah Penyaluran Benih

Indonesian Government Facilitate Distribution of Seed Plants

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Pemerintah Permudah Penyaluran Benih
Dirjen Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Udhoro K Unggoro (kiri depan) bersama Mentan Suswono (Foto: Kementan/Makmur)

Jakarta (B2B) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian sangat responsif terhadap alokasi benih untuk para petani yang lahan pertaniannya terkena puso akibat bencana alam, baik akibat erupsi gunung berapi maupun banjir. Satu hari setelah semua persyaratan dipenuhi benih yang diambilkan dari Cadangan Benih Nasional (CBN) dapat disalurkan.

“Kalau persyaratannya lengkap dalam tempo sehari benih sudah bisa disalurkan,” kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Indonesia, Udoro Kasih Anggoro, Kamis (27/2) di Jakarta.

Lebih lanjut Anggoro menyebutkan, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan benih dari CBN adalah adanya surat pernyataan puso, daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL) yang by name by address, persetujuan dinas kabupaten/kota, dan persetujuan dinas pertanian provinsi.

"Apabila satu di antara persyaratan itu tidak terpenuhi, Kementerian Pertanian akan kesulitan untuk menyalurkan bantuan benih dari CBN.

Menurut Anggoro, pihaknya sangat berhati-hati dalam penyaluran bantuan benih, karena akhir-akhir ini banyak pejabat di Kementerian Pertanian yang waktunya habis untuk menjadi saksi berbagai kasus penyelewangan bantuan di berbagai daerah.

Jadi, lanjut Anggoro, jika ada daerah yang merasa sudah mengajukan namun belum mendapatkan benih dari CBN, sangat boleh jadi ketika sampai di pusat ada sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi, sehingga surat pengajuannya dikembalikan. Atau suratnya masih diproses di dinas pertanian, baik kabupaten/kota maupun provinsi.

Sebagai contoh Anggoro menyebutkan, verifikasi dari Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah mengenai sawah yang puso dan perlu mendapat bantuan benih baru diterima Kamis (27/2) pagi. Pada hari yang sama Dirjen Tanaman Pangan langsung mengirim surat kepada PT Sang Hyang Seri untuk mengirimkan benih padi dan jagung hibrida sesuai dengan CPCL yang diajukan Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Jateng.

Jadi jika selama ini belum ada penyaluran karena memang verifikasi di tingkat wilayahnya yang belum selesai.

“Prinsipnya, pemerintah tidak akan mempersulit penyaluran benih, karena pemerintah tidak ingin produksi nasional terganggu hanya karena bantuan benih terlambat. Namun penyaluran itu juga harus dibantu persyaratan yang lengkap agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata Anggoro.

Jakarta (B2B) – The Indonesian government through Ministry of Agriculture, is very responsive on seed allocation for farmers whose lands are destroyed by disaster, be it eruption or flood. One day after completing all requirements, the seed will be distirvuted, taken from National Seed Stock.

“If the requirements are all completed, we can distribute the seed the day after,” said Director General of Food Plant, Ministry of Agriculture, Udoro Kasih Anggoro, Thursday (2/27) in Jakarta.

Furthermore, Anggoro stated the requirements are statement of disaster, list of potential receivers and location (by name by address), approval from regional or municipal agency, and provincial agency.

“If one of the requirements is unfulfilled, it will be difficult for the Ministry to distribute the seed.

Anggoro said he is very careful about distributing the seed since recently some officers in the Ministry serve as witnesses for cases of embezzlement in various regions.

So if there is any regency already proposing for this, but is yet to receive seed, it may be caused by incomplete requirements so the proposal was returned or that the proposal is still administered by the agriculture agency, be it provincial, regional, or municipal agency.

For example, Anggoro stated verification by Head of Central Java Agriculture Agency on destroyed paddy field which need seed assistance was received on Thursday morning (2/27). On the same day, the officer directly sent a letter to PT Sang Hyang Seri to deliver rice and corn seeds according to CPCL proposed by the Central Java branch.

So far there has been no distribution since the verification is yet to finish.

“Principally, the government will not make it difficult since it wants to make sure of national production unharmed by seed delivery, but it must be supported with complete fulfillment of requirement to avoid any trouble in the future,” Anggoro said.