Agroeduwisata SMK-PP Kementan, Kenalkan Pertanian pada Siswa SMP Islam Terpadu

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Agroeduwisata SMK-PP Kementan, Kenalkan Pertanian pada Siswa SMP Islam Terpadu
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili Wakil Kepala Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca bersama Ustadz Acep, Perwakilan SMP IT Al Furqon beserta 174 siswa dan guru pendamping serta jajaran SMKPPN Sembawa.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Sebanyak 186 peserta, terdiri atas 174 siswa kelas VII dan 12 guru SMP Islam Terpadu (IT) Al Furqon Palembang, mengikuti kunjungan edukatif Agroeduwisata di SMK Pertanian Pembangunan (PP) Negeri Sembawa, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (3/11).

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dunia pertanian, teknologi budidaya dan peluang di sektor pertanian.

Kegiatan Agroeduwisata sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan pentingnya membangun regenerasi petani dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Pertanian adalah sektor strategis yang menentukan masa depan bangsa. Kita harus menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan semangat memajukan pertanian Indonesia," katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya memperkenalkan pendidikan pertanian secara luas, termasuk kepada peserta didik sejak usia sekolah.

“Pengenalan dunia pertanian pada generasi muda harus dilakukan melalui pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan aplikatif. Dari kegiatan Agroeduwisata, siswa melihat langsung bahwa pertanian merupakan sektor modern, inovatif, memiliki nilai ekonomi dan menawarkan banyak peluang untuk masa depan,” katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengingatkan bahwa satuan pendidikan vokasi pertanian berperan penting memperkenalkan teknologi, inovasi dan praktik pertanian pada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kegiatan kunjungan edukatif menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang efektif. Siswa dapat mengenal proses produksi pertanian, teknologi budidaya, hingga pengolahan hasil pertanian secara langsung,” tuturnya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan mengenalkan pertanian sejak dini merupakan salah satu langkah penting untuk membangun regenerasi petani yang unggul dan berdaya saing.

Wakil Humas dan Industri, Titin Pransisca menyambut hangat kedatangan para siswa dan guru pendamping SMP IT Al Furqon pada Selasa (3/11).

Titin Pransisca mewakili Kepala Sekolah Budi Santoso, mengapresiasi kunjungan rutin untuk mengenal dunia pertanian secara langsung.

Perwakilan SMP IT Al Furqon, Ustadz Acep menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat SMK-PP Negeri Sembawa yang telah menerima kunjungan mereka untuk kesekian kalinya.

“Alhamdulillah, kami melihat banyak perkembangan luar biasa di SMK Pertanian ini dibandingkan kunjungan sebelumnya. Mudah-mudahan SMK Pertanian terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya.

Kegiatan Interaktif

Titin Pransisca mengatakan, para peserta Agroeduwisata dibagi enam kelompok, agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara bergiliran dan memperoleh pengalaman belajar langsung.

"Kegiatan Agroeduwisata dikemas interaktif melalui praktik dan pengenalan lingkungan pertanian," katanya. 

Para siswa berkesempatan mengenal budidaya dan perbanyakan tanaman anggrek, melihat aktivitas di kandang ayam, serta mempelajari pembuatan sabun cair dan pupuk organik.

Peserta juga diajak berkeliling kebun menggunakan traktor untuk mengenal lingkungan praktik dan berbagai komoditas yang dikembangkan di SMK-PP Negeri Sembawa. 

"Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, juga pengalaman langsung mengenai aktivitas pertanian," ungkap Titin Pransisca.

Cinta Pertanian

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan dari kegiatan Agroeduwisata, siswa diharapkan memperoleh pengetahuan baru, menumbuhkan kecintaan terhadap pertanian. 

"Generasi muda memahami bahwa dunia pertanian merupakan salah satu penyangga utama pangan di Indonesia maupun global," katanya.

Titin Pransisca mengimbau para siswa mengikuti kegiatan dengan semangat dan bahagia serta mematuhi arahan pendamping dan OSIS SMK-PP Negeri Sembawa.

Pengalaman langsung diharapkan menumbuhkan kepedulian dan minat generasi muda untuk turut mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

Melalui kegiatan Agroeduwisata ini, SMK-PP Negeri Sembawa berharap dapat menjadi sarana pembelajaran, sekaligus promosi pendidikan vokasi pertanian kepada masyarakat. 

Rangkaian kegiatan ditutup di aula. Para peserta juga berkesempatan mengenal dan membeli berbagai produk hasil praktik dan olahan seperti basreng, minyak serai wangi, minyak kayu putih, serta aneka bubuk jahe dan kunyit. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.