ToT Pemanfaatan AI, UPT Pelatihan Kementan Perkuat Informasi dan Pembelajaran Pertanian
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Perkembangan teknologi digital yang kian pesat mendorong aparatur untuk terus beradaptasi dan berinovasi, dalam upaya penyampaian informasi dan materi pembelajaran khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, Kementan khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Training of Trainer (ToT) bertajuk ´Pemanfaatan AI dalam Pembuatan Konten Pembelajaran dan Informasi bagi Aparatur´ selama lima hari, 23 - 27 Februari 2026 diikuti oleh 20 peserta.
Kegiatan ToT sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian nasional guna mewujudkan swasembada pangan.
"Dengan teknologi itu produktivitas naik. Indeks Pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun, karena memanfaatkan AI, robotik dan seterusnya," katanya.
Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produksi dan mengantisipasi darurat pangan.
"Melalui pemanfaatan AI, aparatur diharapkan mampu menyajikan materi pertanian secara lebih kreatif, ringkas, dan relevan dengan kebutuhan era digital, termasuk untuk pemanfaatan di media sosial," katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, kegiatan ToT ´Pemanfaatan AI dalam Pembuatan Konten Pembelajaran dan Informasi bagi Aparatur´ selama lima hari, 23 -27 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Jamaluddin Al Afgani mengatakan bahwa kegiatan pelatihan seperti ToT dapat menjadi salah satu sarana bagi aparatur untuk lebih berkreasi. Tidak hanya membuat konten pembelajaran, juga menghasilkan konten-konten yang dapat mengisi media sosial.
"Kita melihat bahwa banyak rekan penyuluh mulai menyampaikan materi-materi singkat terkait persoalan pertanian dengan memanfaatkan teknologi AI," ujarnya.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, hal itu merupakan terobosan yang sangat baik dan patut diapresiasi, karena mampu menjawab berbagai tantangan dalam penyampaian informasi pertanian saat ini.
Selama lima hari, peserta yang berjumlah 20 orang dibekali materi pelatihan terkait dengan etika dan batasan penggunaan AI, pemanfaatan AI dalam pembuatan laporan, bahan presentasi, gambar (visual), audio dan audio visual.
"Kegiatan ToT diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi aparatur, juga memperkuat transformasi digital sektor pertanian secara berkelanjutan," ungkap Jamaluddin Al Afgani.
Hal itu, ungkapnya lagi, sejalan dengan upaya Kementan mewujudkan pertanian modern berkelanjutan, berdaya saing bagi terwujudnya swasembada pangan nasional. [fauzan/ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
