UPT Pelatihan Kementan Dukung Siswa SMK Tasikmalaya Belajar Pertanian Modern
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan ´Edukasi Pertanian Modern´ bagi 64 siswa kelas X Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK PK Nurussalam Salopa di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (24/6).
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementan, memperkenalkan teknologi dan inovasi pertanian kepada generasi muda sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, adaptif dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.
Kegiatan edukasi sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional dan menjadi sektor menjanjikan bagi generasi muda.
“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.
BBPP Lembang
Kunjungan siswa dipimpin oleh Kepala SMK PK Nurussalam Salopa, Dedi Zafar Mutaqin, yang diterima oleh tim manajemen BBPP Lembang mewakili Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.
"Selama kegiatan, para siswa diajak menjelajahi berbagai sarana pembelajaran dan praktik yang dimiliki BBPP Lembang," katanya.
Di area Inkubator Agribisnis, tambah Ajat Jatnika, peserta mempelajari teknik perbanyakan tanaman kaktus melalui metode grafting atau sambung tempel yang banyak digunakan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman hias.
Dedi Zafar Mutaqin mengatakan kegiatan kunjungan edukasi bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa tentang penerapan teknologi pertanian modern di lapangan.
“Kami ingin siswa memperoleh wawasan nyata tentang dunia pertanian modern sehingga dapat memahami keterkaitan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan praktik yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri pertanian,” katanya
Budidaya Hidroponik
Peserta kunjungan edukasi kemudian mengunjungi Zona Rumah Pangan Lestari (RPL) untuk mempelajari konsep pertanian terpadu yang mengombinasikan budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem yang berkelanjutan.
Pada lokasi yang sama, BBPP Lembang juga mengenalkan siswa dengan teknologi budidaya hidroponik menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT) yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air.
Pembelajaran berlanjut di screen house budidaya anggur. Di lokasi ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya anggur di pekarangan rumah, termasuk penerapan pemangkasan (pruning) yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah.
Tidak hanya mempelajari aspek budidaya, siswa juga berdiskusi mengenai teknik pemeliharaan tanaman seledri yang baik agar menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Laboratorium Olah Hasil
Ajat Jatnika menambahkan, sebagai bagian dari pengenalan agribisnis dari hulu hingga hilir, peserta mengunjungi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.
Di laboratorium tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai produk olahan hasil pertanian yang telah dikembangkan, seperti es krim, sorbet, manisan terung, stik wortel, hingga inovasi terbaru berupa sale pisang granola.
"Para peserta kunjungan edukasi juga berkesempatan mencicipi produk-produk tersebut secara langsung," ungkap Ajat Jatnika.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknologi budidaya modern, juga mendapatkan wawasan tentang hilirisasi produk pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian.
Ajat Jatnika mengingatkan, Kementan khususnya BBPP Lembang, berharap kegiatan edukasi semacam itu dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Tak kalah penting, mendorong lahirnya wirausahawan muda pertanian yang mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan," ungkapnya lagi. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
