Prodi TMP Polbangtan Kementan Raih Akreditasi `Baik Sekali` dari BAN-PT

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Prodi TMP Polbangtan Kementan Raih Akreditasi `Baik Sekali` dari BAN-PT
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan capaian akreditasi ´Baik Sekali´ adalah buah komitmen bersama sivitas akademika menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.

Bogor, Jabar (B2B) - Kabar membanggakan datang dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor khususnya Program Studi (Prodi) Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP) pada jenjang Diploma III resmi meraih peringkat akreditasi ´Baik Sekali´ dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Capaian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 8692/SK/BAN-PT/Ak/D3/XII/2025, yang menetapkan Prodi TMP Polbangtan Bogor memperoleh nilai 340 dengan status akreditasi Baik Sekali, berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 16 Desember 2025 hingga 16 Desember 2030. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto memgatakan penetapan dari BAN-PT sekaligus diperkuat dengan diterbitkannya Sertifikat Akreditasi resmi oleh BAN-PT.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan akreditasi mencerminkan komitmen kuat Polbangtan dalam menyiapkan SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap tantangan modernisasi pertanian nasional. 

“Pendidikan vokasi pertanian harus menghasilkan lulusan yang siap kerja, menguasai teknologi, dan mampu menjadi motor penggerak mekanisasi pertanian di lapangan. 

Mentan menambahkan, akreditasi ´Baik Sekali´ menjadi bukti bahwa Polbangtan Bogor berada di jalur yang tepat untuk mendukung kedaulatan pangan nasional.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) - Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa capaian akreditasi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

"Akreditasi ´Baik Sekali´ tidak hanya menjadi pengakuan mutu institusi, juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sarana praktik dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri pertanian,” ungkapnya.

Polbangtan Bogor

Sementara Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim.

"Alhamdulillah, capaian akreditasi ´Baik Sekali´ adalah buah dari komitmen bersama seluruh sivitas akademika Polbangtan Bogor menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan," katanya.

Akreditasi menjadi penyemangat bagi kami terus berinovasi, ungkap Yoyon Haryanto, khususnya penguatan pembelajaran vokasi berbasis praktik dan kebutuhan dunia kerja.

Dia menambahkan bahwa Prodi TMP akan terus didorong sebagai garda terdepan dalam pengembangan mekanisasi pertanian. 

“Kami berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, juga memiliki karakter, jiwa wirausaha, dan kesiapan terjun langsung mendukung pembangunan pertanian nasional,” ungkap Yoyon Haryanto.

Dengan diraihnya akreditasi ´Baik Sekali´, maka Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian Polbangtan Bogor diharapkan semakin memperkuat perannya mencetak tenaga terampil di bidang mekanisasi pertanian, sekaligus berkontribusi nyata dalam percepatan transformasi pertanian modern yang berkelanjutan. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.