Cetak Inseminator Andal, UPT Kementan Pacu Produktivitas Ternak Nasional

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Cetak Inseminator Andal, UPT Kementan Pacu Produktivitas Ternak Nasional
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty membuka kegiatan ´Pelatihan Calon Inseminator Swadaya Angkatan III Tahun 2026´ di BIB Lembang, yang mengingatkan tentang peran vital inseminator buatan bagi keberhasilan program reproduksi ternak.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Upaya mewujudkan Swasembada Pangan Nasional membutuhkan dukungan SDM kompeten dan profesional, termasuk subsektor peternakan. Peningkatan kapasitas SDM menjadi strategi penting mendukung peningkatan produktivitas ternak, perbaikan mutu genetik dan penguatan ketahanan pangan asal hewan secara berkelanjutan.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan sebagai bentuk komitmen menyiapkan SDM peternakan yang unggul, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menggandeng Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang menggelar Pelatihan Calon Inseminator Swadaya Angkatan III Tahun 2026 di BIB Lembang, Rabu (3/6).
 
Upaya BBPKH Cinagara sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa keberhasilan pembangunan peternakan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi dan sarana produksi, juga oleh kualitas SDM yang mengelolanya. 

"Tenaga teknis yang kompeten di lapangan menjadi faktor penting meningkatkan produktivitas ternak dan mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional," katanya.

Mentan Amran Sulaiman menekankan pentingnya penguatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menghasilkan SDM peternakan yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian modern.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan investasi strategis membangun SDM pertanian unggul berdaya saing. 

"Peningkatan kapasitas tenaga teknis seperti inseminator menjadi bagian penting mendukung transformasi sektor pertanian dan peternakan menuju sistem modern dan berkelanjutan." katanya.

Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, ungkap Kabadan, kita tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, juga menyiapkan SDM yang mampu menjadi penggerak pembangunan peternakan di daerah. 

BBPKH Cinagara
Pelatihan diikuti 23 peserta dari Provinsi Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah resmi dibuka oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty di BIB Lembang pada Rabu (3/6). 

Dalam arahannya, Inneke Kusumawaty menegaskan bahwa pelatihan merupakan langkah strategis mencetak inseminator yang profesional, beretika dan mandiri guna mendukung peningkatan produktivitas ternak nasional.

"Inseminator memiliki peran vital dalam keberhasilan program reproduksi ternak karena menjadi ujung tombak pelayanan inseminasi buatan di lapangan," katanya.

Kompetensi yang dimiliki inseminator, ungkap Inneke Kusumawaty, berpengaruh langsung terhadap keberhasilan kebuntingan, peningkatan populasi ternak hingga percepatan pencapaian swasembada pangan asal hewan.

“Pelatihan menjadi bagian dari upaya mencetak inseminator yang profesional, beretika, dan mandiri," katanya.

Peran Inseminator
Peran inseminator sangat penting mewujudkan swasembada pangan asal hewan, karena mereka berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas genetik ternak nasional.

Inneke Kusumawaty menjelaskan bahwa BBPKH Cinagara sebagai satu-satunya unit pelatihan bidang kesehatan hewan di lingkungan Kementan memiliki lisensi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dengan 38 skema sertifikasi kompetensi. 

Dengan kapasitas tersebut, BBPKH Cinagara berperan sebagai penjamin mutu dalam proses peningkatan kompetensi SDM peternakan dan kesehatan hewan.

“Kompetensi peserta sebagai inseminator akan dibuktikan melalui sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga pelatihan berwenang," ungkapnya lagi.

Dalam hal ini, BBPKH Cinagara sebagai penjamin mutu merupakan satu-satunya balai yang memiliki kewenangan menerbitkan sertifikat sebagai bukti kompetensi tersebut. 

Inneke Kusumawaty menambahkan, sertifikasi menjadi jaminan bahwa peserta telah memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan inseminasi buatan secara profesional.

Kompetensi Inseminator
Inseminator yang kompeten akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas ternak dan kesejahteraan peternak.

Inneke Kusumawaty mengingatkan, pelatihan calon inseminator dilaksanakan dengan pendekatan berbasis kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). 

"Selain memperoleh materi teori, peserta juga dibekali keterampilan praktik secara intensif untuk memastikan penguasaan teknik inseminasi buatan sesuai standar yang berlaku," katanya.

Melalui pelatihan tersebut, ungkap Inneke Kusumawaty, BBPKH Cinagara berharap menghasilkan tenaga inseminator yang andal, profesional dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada peternak di wilayah masing-masing. 

Kehadiran SDM yang kompeten di bidang reproduksi ternak diharapkan mampu meningkatkan populasi dan produktivitas ternak nasional, sekaligus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan swasembada pangan asal hewan yang berkelanjutan. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.