Agroeduwisata Polbangtan Kementan Hadirkan Edukasi Pertanian Inklusif bagi Siswa IBK Cemara

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Agroeduwisata Polbangtan Kementan Hadirkan Edukasi Pertanian Inklusif bagi Siswa IBK Cemara
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan, Polbangtan Bogor berupaya aktif membangun kesadaran masyarakat bahwa pertanian adalah ruang belajar bersama, tempat tumbuhnya pengetahuan, keberanian dan kebahagiaan.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Agroeduwisata Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali berkomitmen sebagai ´ruang belajar pertanian yang inklusif dan ramah´ yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) bagi semua kalangan. 

Agroeduwisata Polbangtan Bogor, Rabu pekan lalu (13/5), menerima ´kunjungan istimewa´ siswa IBK Cemara, atas hadirnya 14 anak berkebutuhan khusus pada kegiatan Edukasi Pertanian yang berlangsung penuh semangat dan keceriaan.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan bahwa kegiatan dirancang, untuk memberikan pengalaman belajar pertanian secara langsung melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pertanian harus menjadi sektor yang terbuka dan dapat diakses oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. 

"Pertanian adalah milik semua. Kita ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian bukan hanya soal produksi pangan, juga ruang pendidikan, terapi, dan pembangunan karakter. Anak-anak harus dikenalkan sejak dini bahwa pertanian adalah masa depan," katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendekatan edukasi pertanian yang inklusif menjadi bagian penting membangun kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian. 

"Agroeduwisata seperti yang dikembangkan Polbangtan Bogor menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran pertanian dapat dikemas secara menarik, ramah dan inklusif. Bentuk pendidikan karakter sekaligus pengenalan dunia pertanian pada seluruh lapisan masyarakat," katanya. 

Sementara itu Kepala Pusat Pendidikan Pertanian,  Muhammad Amin menilai kegiatan tersebut wujud nyata implementasi pendidikan vokasi yang berdampak langsung kepada masyarakat. 

"Polbangtan tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi SDM pertanian unggul, juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program edukatif seperti Agroeduwisata ini," katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan ´kunjungan istimewa´ 14 siswa IBK Cemara berkebutuhan khusus, diajak mengenal dunia pertanian mulai dari praktik menanam, memanen sayuran segar hingga menangkap ikan hasil budidaya mahasiswa Polbangtan Bogor.

Tak hanya itu, suasana belajar semakin meriah saat para siswa menikmati wahana air di danau menggunakan perahu karet, berkeliling kawasan kampus dengan traktor serta mengunjungi Smart Green House, untuk melihat langsung penerapan teknologi pertanian modern.

"Agroeduwisata Polbangtan Bogor dibangun bukan hanya sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, juga sebagai ruang edukasi publik yang terbuka untuk semua," katanya.

Polbangtan Bogor, ungkap Yoyon Haryanto, berupaya menjadikan Agroeduwisata sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan inklusif. 

"Hari ini kami sangat bahagia dapat berbagi pengalaman pertanian bersama adik-adik dari IBK Cemara. Semangat dan keceriaan mereka menjadi energi positif bagi kami semua," ungkapnya lagi.

Melalui kegiatan tersebut, tambah Yoyon Haryanto,  Polbangtan Bogor menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi pertanian yang fokus pada pengembangan SDM pertanian unggul, juga aktif membangun kesadaran masyarakat bahwa pertanian adalah ruang belajar bersama, tempat tumbuhnya pengetahuan, keberanian dan kebahagiaan. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.