Dies Natalis ke-8, Polbangtan Bogor Perkuat Inovasi dan Regenerasi Pertanian
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kota Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-8 di Aula Polbangtan Bogor, Jumat (26/6). Mengusung tema ´Sewindu Berkarya: Mengembangkan Inovasi dan Menguatkan Regenerasi Petani dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan.´
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan Dies Natalis ke-8 menjadi momentum refleksi perjalanan institusi, sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung pembangunan pertanian nasional melalui pendidikan vokasi.
Sidang terbuka dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, unsur senat, civitas akademika, pemerintah daerah, mitra dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, alumni, serta para pemangku kepentingan sektor pertanian.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan, sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Transformasi pertanian memerlukan generasi muda yang inovatif, menguasai teknologi dan memiliki jiwa kewirausahaan," katanya.
Perguruan tinggi vokasi pertanian, kata Mentan Amran, harus menjadi motor penggerak lahirnya petani milenial dan SDM pertanian yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis menyiapkan SDM pertanian profesional dan adaptif.
“Polbangtan harus terus menjadi pusat pengembangan talenta pertanian yang mampu menjawab tantangan zaman. Penguatan kompetensi, karakter dan kemampuan teknologi menjadi bekal utama bagi generasi muda pertanian menghadapi perubahan sektor pertanian yang semakin dinamis,” katanya.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan delapan tahun perjalanan Polbangtan Bogor merupakan perjalanan yang penuh pembelajaran, inovasi dan penguatan peran pendidikan vokasi pertanian.
“Tema Dies Natalis tahun ini mencerminkan semangat yang terus kami pegang, yaitu konsistensi dalam berkarya, keberanian berinovasi serta komitmen melahirkan generasi petani muda yang mampu menjadi motor pembangunan pertanian Indonesia,” ujar Yoyon Haryanto.
Berbagai capaian penting berhasil diraih Polbangtan Bogor selama satu tahun terakhir.
Di bidang tata kelola, Polbangtan Bogor berhasil memperoleh tiga sertifikasi sistem manajemen internasional, yakni SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, SNI ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan, dan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu.
"Capaian tersebut memperkuat komitmen institusi dalam mewujudkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel," ungkap Yoyon Haryanto.
Prestasi lainnya adalah ditetapkannya Gedung Rektorat Polbangtan Bogor sebagai Cagar Budaya Kota Bogor, yang menjadi pengakuan atas nilai sejarah dan kontribusi institusi terhadap perkembangan pendidikan di Kota Bogor.
Capaian Akademik
Dalam bidang akademik, Program Studi Diploma III Teknologi Mekanisasi Pertanian berhasil meraih akreditasi ´Baik Sekali´, sedangkan Program Studi Diploma III Kesehatan Hewan memperoleh predikat ´Unggul´ dari LAM-PTKes.
Selain itu, Polbangtan Bogor juga tengah melaksanakan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) serta mempersiapkan akreditasi beberapa program studi lainnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Polbangtan Bogor. “Berbagai prestasi dan peningkatan mutu yang dicapai menunjukkan bahwa budaya kualitas telah tumbuh dengan baik.
Pendidikan vokasi pertanian harus terus diperkuat agar mampu menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan pertanian nasional,” ujar Muhammad Amin.
Capaian SDM
Yoyon Haryanto menambahkan, dalam bidang SDM, Polbangtan Bogor juga mencatat penguatan kelembagaan melalui pengangkatan sebagian besar tenaga PPNPN menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan institusi.
Polbangtan Bogor saat ini memiliki 216 pegawai yang terdiri atas 41 dosen dan 175 tenaga kependidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 dosen telah bergelar doktor dan 21 dosen bergelar magister.
Selain itu, satu dosen telah mencapai jabatan Guru Besar dan enam dosen menduduki jabatan Lektor Kepala.
Kualitas lulusan juga menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada tahun 2025, Polbangtan Bogor meluluskan 201 mahasiswa dengan rasio kelulusan tepat waktu mencapai 99 persen dan rata-rata IPK 3,56.
Sebanyak 80 persen lulusan berhasil terserap ke dunia kerja. Di bidang sertifikasi kompetensi, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Polbangtan Bogor telah mengelola 10 skema sertifikasi dengan dukungan 12 asesor kompetensi.
Hingga tahun 2026, sebanyak 1.639 alumni telah dinyatakan lulus uji kompetensi dan memperoleh pengakuan kompetensi sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Prestasi mahasiswa juga terus meningkat. Tercatat sekitar 75 mahasiswa meraih prestasi tingkat nasional dalam bidang kewirausahaan, penalaran, teknologi terapan, sosial, dan olahraga.
Pelayanan Publik
Selain capaian akademik, kata Yoyon Haryanto, Polbangtan Bogor juga memperoleh penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 sebagai Unit Kerja Eselon II Informatif yang menunjukkan komitmen institusi dalam membangun budaya transparansi dan pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam mendukung program nasional, Polbangtan Bogor mendapat amanah sebagai Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan di Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Muaro Jambi serta menjadi PJ Brigade Pangan Provinsi Jambi.
"Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman nyata bagi dosen dan mahasiswa dalam mendukung percepatan swasembada pangan di lapangan," kata Yoyon Haryanto.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis juga diisi Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Neni Musyarofah, S.P., M.Si. yang memberikan wawasan mengenai pengembangan sektor pertanian dan peran pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan pertanian Indonesia.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan delapan tahun Polbangtan Bogor, kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Yoyon Haryanto mengingatkan, momentum Dies Natalis ke-8 diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi, dan melahirkan SDM pertanian profesional, adaptif dan berdaya saing dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
