SMK PPN Kementan Pertahankan ISO Mutu dan Berhasil Raih ISO Antisuap
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan vokasi pertanian yang berkualitas dan berintegritas.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, sekolah vokasi pertanian lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) berhasil mempertahankan Sertifikasi SNI ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, sekaligus meraih sertifikasi SNI ISO 37001:2025 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Sertifikat SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2025 diterima oleh Budi Santoso pada Rabu (4/11) seraya mengapresiasi seluruh jajaran sekolah yang telah bekerja sama memenuhi dan menerapkan kedua standar tersebut.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi pembangunan pertanian modern dan swasembada pangan.
"Pendidikan vokasi harus menghasilkan SDM yang kompeten, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya," katanya.
Sejalan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelola kelembagaan.
"Budaya kerja yang profesional, transparan dan akuntabel menjadi bagian penting menciptakan lingkungan pendidikan berkualitas," katanya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, juga menekankan bahwa sistem manajemen mutu dan antisuap berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.
"Tata kelola yang baik diharapkan mampu menjamin konsistensi pelayanan pendidikan dan penerapan prinsip integritas dalam setiap proses kelembagaan," katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, Sertifikasi SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2025 merupakan pencapaian, yang menegaskan komitmen SMK PPN Sembawa membangun tata kelola pendidikan profesional, transparan dan akuntabel.
"Kedua standar tersebut menjadi landasan untuk menjaga kualitas pelayanan pendidikan sekaligus memperkuat pencegahan praktik penyuapan di lingkungan sekolah," katanya.
Sertifikat SNI ISO 37001:2025 diterbitkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia setelah SMK PPN Sembawa menjalani Audit Eksternal pada 29 - 30 September 2026. Sementara itu, sertifikasi SNI ISO 9001:2015 berhasil dipertahankan melalui Audit Surveillance.
"Dalam proses audit, auditor memeriksa penerapan sistem manajemen sekolah, mulai dari kelengkapan dokumen dan administrasi hingga pelaksanaan standar mutu dan prinsip antisuap dalam kegiatan operasional serta pelayanan pendidikan," katanya.
Kinerja Organisasi
Audit melibatkan berbagai unsur organisasi, mulai dari manajemen puncak, wakil kepala sekolah, koordinator, ketua program keahlian, hingga guru. Ruang lingkup pemeriksaan mencakup manajemen mutu dan antisuap, tata usaha, administrasi, kurikulum, pembelajaran, hubungan masyarakat, kesiswaan, program keahlian, Teaching Factory (TeFa), pengelolaan peserta didik, hingga tracer study alumni.
Budi Santoso mengingatkan, pencapaian tersebut bukan sekadar urusan administratif, melainkan hasil komitmen bersama membangun sistem manajemen yang berorientasi mutu dan integritas.
Keberhasilan mempertahankan sertifikasi SNI ISO 9001:2015 dan memperoleh SNI ISO 37001:2025 bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti komitmen bersama seluruh keluarga besar SMK PPN Sembawa untuk terus meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan membangun budaya kerja yang berintegritas.
"Kami berupaya memastikan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan pencegahan penyuapan benar-benar diterapkan dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan,” ungkap Budi.
Kualitas Pembelajaran
Budi Santoso berharap Sertifikat SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:20 memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus melakukan perbaikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik, orang tua, dan mitra dunia usaha maupun dunia industri.
Keberhasilan mempertahankan ISO 9001:2015 sekaligus meraih ISO 37001:2025 menjadi langkah penting bagi SMK PPN Sembawa membangun pendidikan vokasi yang unggul dalam mutu pembelajaran dan tata kelola.
"Penerapan kedua standar tersebut, SMK PPN Sembawa terus memperkuat perannya menyiapkan generasi muda pertanian yang kompeten, profesional, dan berkarakter, sekaligus mendukung pembangunan pertanian serta percepatan swasembada pangan nasional," kata Budi Santoso. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
