Brigade Pangan, Kementan gelar Pelatihan Manajerial bagi Penyuluh Gowa Sulsel

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Brigade Pangan, Kementan gelar Pelatihan Manajerial bagi Penyuluh Gowa Sulsel
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan selama pelatihan, para penyuluh dibekali sejumlah materi terkait penguatan kelembagaan, kewirausahaan, manajemen pengelolaan Alsintan dan manajemen keuangan.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) senantiasa berupaya memperkuat kapasitas SDM pertanian mendukung percepatan swasembada pangan. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan salah satu upaya UPT Kementan di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar ´Pelatihan Manajerial Brigade Pangan bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Gowa´ selama tiga hari, 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pengembangan Program Brigade Pangan, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional, yang diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

“Pendampingan yang efektif penting untuk memastikan keberhasilan program ini. Kementan melibatkan penyuluh pertanian untuk mendampingi brigade pangan,” katanya.

Senada dengan pernyataan Mentan Amran, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menyebut penyuluh harus menjadi agen perubahan dan percepatan program-program utama Kementan, selaku ujung tombak pelaksanaan Luas Tambah Tanam (LTT), Optimasi Lahan (Oplah) rawa/non rawa, padi lahan kering dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Tak kalah penting, pendampingan penggunaan benih unggul, maupun pupuk yang efisien serta penumbuhan Brigade Pangan bagi regenerasi pertanian yang adaptif terhadap teknologi.” katanya.

BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani pada sambutan pembukaan mengatakan, pelatihan diikuti oleh 36 penyuluh Kabupaten Gowa, yang dibagi dalam dua angkatan. 

"Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan penyuluh mendampingi Brigade Pangan agar mampu menjalankan usaha agribisnis secara profesional, produktif dan berkelanjutan," katanya.

Jamaluddin Al Afgani mengingatkan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu kelembagaan petani yang memiliki peran strategis mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

"Brigade Pangan merupakan salah satu kelembagaan petani yang saat ini menjadi salah satu harapan besar mencapai target swasembada berkelanjutan. Jadi rekan-rekan yang menjadi pendamping Brigade Pangan harus memahami, tugas kita adalah mengarahkan dan memotivasi mereka agar terlibat langsung kegiatan agribisnis," katanya lagi.

Jamaluddin Al Afgani juga menekankan pentingnya peran penyuluh mendorong Brigade Pangan, mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang telah disalurkan pemerintah. 

"Penggunaan alsintan secara efektif, tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha tani, juga mampu meningkatkan kesejahteraan bagi pengurus Brigade Pangan," ungkapnya.

Testimoni Penyuluh
Hasma, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan apresiasi tinggi atas ilmu dan wawasan didukung referensi yang telah diberikan BBPP Batangkaluku, seraya berharap dapat diterapkan pada pendampingan Brigade Pangan.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tugas dan peran pendamping Brigade Pangan," katanya.

Hasma mengakui, materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, juga menjadi bekal bagi penyuluh mendampingi Brigade Pangan, agar mampu mengelola usaha tani secara lebih profesional, optmal memanfaatkan Alsintan dan mengembangkan agribisnis berkelanjutan.

Melalui pelatihan, ungkap Jamaluddin Al Afgani, para penyuluh dibekali sejumlah materi terkait penguatan kelembagaan Brigade Pangan, Kewirausahaan, Manajemen Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian, serta Manajemen Keuangan.

Dengan pendampingan profesional, Brigade Pangan diharapkan tumbuh menjadi kelembagaan petani yang mandiri, adaptif terhadap teknologi, serta mampu mengoptimalkan potensi usaha agribisnis. 

"Upaya ini diharapkan semakin memperkuat peran Brigade Pangan sebagai penggerak peningkatan produktivitas pertanian dan akselerasi terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia," kata Jamaluddin Al Afgani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.