Kementan Perkuat Kinerja Brigade Pangan dengan Teknologi Pertanian Terapan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menyelenggarakan webinar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 6 Edisi 47 pada Sabtu, (29/11/2025) sebagai ruang diskusi produktif bagi generasi muda pertanian Indonesia.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, kegiatan webinar MAF mengusung tema ´Peran Teknologi Pertanian Terapan dalam Memperkuat Kinerja Brigade Pangan untuk Ketahanan Pangan Nasional´.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas terselenggaranya MAF yang fokus pada inovasi dan teknologi ini, seraya menegaskan pentingnya peran generasi muda memperkuat sektor pertanian nasional.
“Teknologi terapan adalah kunci kebangkitan pertanian Indonesia. Brigade Pangan menjadi ujung tombak di lapangan, dan generasi milenial harus berada di depan dalam menguasai inovasi," katanya.
Mentan Amran mengatakan, pemerintah terus mendukung pengembangan alat, mekanisasi dan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kegiatan seperti MAF perlu diperbanyak, karena menjadi sarana pembelajaran yang langsung menyentuh kebutuhan lapangan," ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, MAF merupakan salah satu program strategis, untuk membangun kapasitas generasi muda pertanian terutama teknologi dan manajemen Brigade Pangan.
“Ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi pada manusia yang mengoperasikan dan memanfaatkannya. SDM pertanian harus adaptif, kreatif, dan mampu menerapkan teknologi secara efektif," katanya.
Kabadan Santi menambahkan, melalui forum seperti MAF, Polbangtan membuktikan komitmennya melahirkan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan sektor pangan.
"Integrasi teknologi terapan dan penguatan Brigade Pangan merupakan strategi penting menghadapi dinamika perubahan iklim dan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat," ungkapnya lagi.
Kalangan Profesional
Webinar MAF menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor mulai dari akademisi teknologi industri pertanian, pelaku usaha mekanisasi hingga manajer Brigade Pangan di tingkat daerah.
"Diskusi dipandu oleh seorang moderator dari kalangan profesional pembangunan pertanian, dengan host perwakilan mahasiswa Polbangtan," katanya.
Yoyon Haryanto menambahkan, kegiatan MAF yang berlangsung secara online juga disiarkan melalui Live streaming Polbangtan Bogor Official agar dapat diikuti lebih luas oleh masyarakat. Peserta juga berkesempatan mendapatkan giveaway sebagai bentuk apresiasi panitia.
"Mahasiswa yang bertindak sebagai host memandu webinar MAF secara interaktif, sementara para narasumber menyampaikan pengalaman, inovasi dan studi kasus yang relevan dengan penerapan teknologi pertanian di berbagai daerah," ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan MAF berkelanjutan, Yoyon Haryanto menegaskan komitmennya mendukung visi pembangunan pertanian nasional, yaitu menghasilkan SDM yang belajar, berkarya, dan bermanfaat bagi masyarakat serta ketahanan pangan bangsa. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
