Agripolyfest 2026, Tim Polbangtan Bogor Juara Sepakbola dan gelar Pemain Terbaik
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Malang, Jatim (B2B) - Kontingen mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan pada ajang Agripolyfest 2026 yang diselenggarakan oleh Polbangtan Malang.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan Agripolyfest 2026 yang berlangsung selama sepekan, 20 - 25 Juni 2026, menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa perguruan tinggi vokasi pertanian.
Tim sepakbola Polbangtan Bogor menjadi Juara I sepakbola plus Zidan Adzka Muhammad, mahasiswa Polbangtan Bogor meraih predikat Pemain Terbaik.
Tak cuma itu, Najwa Putri Sumpena, mahasiswi Polbangtan Bogor meraih Juara I Solo Vokal sementara di bidang tari, penari Polbangtan Bogor raih predikat Runner Up serta Dewi Putri Nita meraih gelar Best Women Catur peringkat 3.
Capaian tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa generasi muda pertanian harus memiliki kompetensi yang utuh, tidak hanya dalam bidang akademik dan teknologi juga karakter, kepemimpinan, dan daya saing.
“Mahasiswa pertanian harus menjadi generasi yang unggul, tangguh, kreatif, dan berprestasi. Keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi menjadi modal penting dalam mencetak SDM pertanian yang siap menghadapi tantangan masa depan dan mendukung swasembada pangan nasional,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti memberikan apresiasi atas capaian mahasiswa Polbangtan Bogor yang mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga dan seni.
“Prestasi mahasiswa menunjukkan, pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, juga individu yang memiliki karakter, kreativitas dan kemampuan berkolaborasi. Hal ini menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM pertanian yang unggul,” katanya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menilai Agripolyfest menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempererat hubungan antar mahasiswa perguruan tinggi vokasi pertanian.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan kompetisi seperti Agripolyfest memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa membangun sportivitas, kepemimpinan, kerja sama tim dan semangat berprestasi.
"Nilai-nilai tersebut sangat penting membentuk lulusan pertanian yang profesional dan berdaya saing,” katanya.
Yoyon Haryanto menilai sejumlah cabang perlombaan, tidak hanya menguji kemampuan akademik dan keterampilan, juga sportivitas, seni dan pengembangan karakter mahasiswa.
"Pada ajang tersebut, kontingen Polbangtan Bogor berhasil membawa pulang sejumlah prestasi, terutama juara sepakbola sekaligus raih predikat pemain terbaik. Juara pertama solo vokal. Runner Up lomba tari dan juara tiga lomba catur wanita," katanya.
Yoyon Haryanto mengapresiasi sekaligus rasa bangga atas prestasi yang diraih para mahasiswa. Capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin dan semangat juang mahasiswa mengembangkan potensi diri.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan prestasi yang diraih mahasiswa Polbangtan Bogor pada Agripolyfest 2026.
Prestasi Non Akademis
Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Polbangtan Bogor tidak hanya unggul di bidang akademik dan kompetensi vokasi, juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan seni, yang tergolong non akademis.
"Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Polbangtan Bogor, untuk terus berkarya dan mengharumkan nama institusi,” kata Yoyon Haryanto.
Keberhasilan kontingen Polbangtan Bogor pada Agripolyfest 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa pertanian memiliki potensi besar untuk berkembang secara akademik maupun non akademik.
Melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, ungkap Yoyon Haryanto, Polbangtan Bogor terus mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang profesional, kreatif, berkarakter dan mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia.
Menurutnya, prestasi yang diraih pada ajang Agripolyfest 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan semangat berkompetisi, memperkuat kolaborasi dan mengembangkan potensi diri demi mendukung terwujudnya sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Malang of East Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
