Agroeduwisata Polbangtan Bogor Kenalkan Pertanian sejak Dini pada Siswa SDIT Insantama Bogor

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Agroeduwisata Polbangtan Bogor Kenalkan Pertanian sejak Dini pada Siswa SDIT Insantama Bogor
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan Agroeduwisata menjadi salah satu bentuk pembelajaran interaktif, yang dirancang menumbuhkan pemahaman serta minat anak-anak terhadap sektor pertanian sejak usia dini.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya mengenalkan dunia pertanian generasi muda melalui kegiatan Agroeduwisata, Rabu (20/5). Sebanyak 142 siswa kelas 1 SDIT Insantama Bogor mengikuti sejumlah aktivitas edukatif dan menyenangkan di lingkungan kampus Polbangtan Bogor.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal pertanian melalui praktik menanam dan panen, berkeliling danau menggunakan perahu karet, menaiki traktor pertanian, mengunjungi smart greenhouse hingga membawa pulang ikan sebagai bagian dari edukasi perikanan terpadu.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa regenerasi petani harus dimulai sejak dini melalui pendekatan menyenangkan dan dekat pada kehidupan anak-anak. 

“Pertanian harus dikenalkan kepada anak-anak dengan cara kreatif, menyenangkan dan edukatif. Kegiatan Agroeduwisata mendorong anak-anak dapat memahami bahwa pertanian adalah sektor penting, modern dan memiliki masa depan yang besar,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kegiatan Agroeduwisata menjadi media pembelajaran efektif, untuk membangun kecintaan generasi muda terhadap pertanian. 

“Anak-anak belajar melalui pengalaman langsung. Ketika mereka terlibat menanam, memanen hingga mengenal teknologi pertanian modern di smart greenhouse, akan tumbuh rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap dunia pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan bahwa kampus vokasi pertanian memiliki peran strategis mendukung edukasi pertanian berbasis praktik kepada masyarakat. 

“Polbangtan tidak hanya mencetak SDM pertanian unggul, juga menjadi pusat edukasi dan literasi pertanian bagi masyarakat luas, termasuk siswa sekolah dasar,” katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan Agroeduwisata menjadi salah satu bentuk pembelajaran interaktif, yang dirancang menumbuhkan pemahaman serta minat anak-anak terhadap sektor pertanian sejak usia dini. 

Selain memberikan pengalaman baru bagi peserta didik, Agroeduwisata menjadi ajang unjuk kemampuan mahasiswa Polbangtan Bogor mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak tentang pentingnya pertanian bagi kehidupan.

"Agroeduwisata Polbangtan Bogor dirancang sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus inspiratif bagi generasi muda," kata Yoyon Haryanto. 

Kementan, ungkapnya, berupaya menghadirkan pengalaman berkesan bagi anak-anak agar mereka melihat pertanian sebagai sesuatu yang menarik, modern dan menyenangkan. 

"Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat,” tutur Yoyon.

Melalui kegiatan Agroeduwisata ini, Polbangtan Bogor terus berupaya mendukung lahirnya generasi muda yang peduli, mengenal, dan mencintai pertanian sebagai sektor strategis bangsa. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.