Lansia Bandung Antusias Belajar Bisnis Olahan Pertanian di UPT Kementan

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Lansia Bandung Antusias Belajar Bisnis Olahan Pertanian di UPT Kementan
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika [tengah, insert kiri atas] membuka Pelatihan Bisnis ´Pengolahan Hasil Pertanian bagi 70 peserta Sekolah Lansia Sibulan Kota Bandung, Jabar, yang antusias mengikuti tiap tahapan latihan di BBPP Lembang.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Semangat belajar dan berwirausaha ternyata tidak mengenal usia. Sebanyak 70 peserta Sekolah Lansia Sibulan Kota Bandung antusias mengikuti ´Pelatihan Bisnis ´Pengolahan Hasil Pertanian yang difasilitasi Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada Senin (29/6).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kunjungan yang merupakan kali kedua bagi peserta Sekolah Lansia Sibulan menjadi bukti bahwa kelompok Lansia tetap bersemangat untuk terus produktif, mandiri dan berkontribusi melalui sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di seluruh lapisan masyarakat.

"SDM menjadi kunci utama kemajuan pertanian. Peningkatan kapasitas masyarakat harus terus dilakukan di semua kalangan," katanya.

Sejalan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pembangunan pertanian dimulai dari penguatan kualitas SDM-nya melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.

BBPP Lembang

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, beserta jajaran manajemen. 

Dalam sambutannya, Ajat Jatnika menjelaskan bahwa salah satu fokus pembangunan pertanian mendukung Asta Cita adalah ´penguatan hilirisasi produk pertanian´ untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

"Kehadiran bapak dan ibu untuk mempelajari hilirisasi melalui pengolahan hasil pertanian sangat tepat. Kegiatan ini dapat membuka peluang usaha baru yang menjanjikan," katanya.

Para peserta kemudian mengikuti praktik langsung di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. 

Didampingi widyaiswara dan instruktur, kata Ajat Jatnika, mereka mempelajari konsep hilirisasi produk pertanian sekaligus praktik pembuatan dua produk olahan bernilai ekonomi yakni eggroll pisang dan es krim jagung.

Inspiratif dan Edukatif

Suasana pelatihan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan dan peralatan, proses pencampuran, pencetakan, hingga pengemasan produk siap konsumsi.

Ajat Jatnika mengakui, tidak sedikit peserta yang mengaku terinspirasi untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis olahan hasil pertanian setelah mengikuti pelatihan tersebut.

"Bagus sekali aktivitas pengolahan hasil pertanian ini. Sangat bermanfaat bagi kami. Bisa menjadi peluang usaha. Kami akan mencoba praktikkan di rumah," kata Ardianti, salah satu peserta.

Selain mengikuti pelatihan pengolahan pangan, para peserta juga diajak mengunjungi kawasan Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk melihat langsung berbagai aktivitas budidaya, mulai dari tanaman hias hingga screen house yang sedang memasuki masa panen seledri.

"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, berkarya, dan berwirausaha dapat terus tumbuh di usia senja," ungkap Ajat Jatnika.

Di sisi lain, ungkapnya lagi, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, juga sumber inspirasi dan peluang ekonomi bagi seluruh generasi, termasuk para lansia. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.