Sambangi P4S Silalabak, UPT Kementan Dorong Petani Kopi Pangandaran Naik Kelas
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Pangandaran, Jabar (B2B) - Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengunjungi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Silalabak di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat (Jabar) Rabu (14/10) dalam upaya pembinaan.
Dalam kunjungan pembinaan tersebut, Kabalai Lembang didampingi Ketua Tim Kerja Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Saeful Iman beserta Widyaiswara BBPP Lembang, Fiadini Putri diterima oleh Iis Sunisih, Ketua P4S Silalabak.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat peran P4S sebagai pusat pelatihan sekaligus mendukung pengembangan kopi robusta sebagai komoditas unggulan.
Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian RI (Kementan) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa P4S menjadi ujung tombak mencetak petani muda berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menyebut pelatihan pertanian sebagai penggerak agar petani makin cerdas, mandiri dan mampu mewujudkan kedaulatan pangan.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, P4S Silalabak dirintis oleh Iis Sunisih, petani milenial yang mulai menanam kopi pada lahan seluas tiga hektar pada 2018.
"Kami berharap P4S Silalabak tidak hanya berkembang pada penjualan produk, juga tetap pada rohnya, yaitu pelatihan dan pemberdayaan SDM pertanian," katanya.
Melalui pembinaan ini, ungkap Ahmad Dedy Syathori, Kementan berharap P4S Silalabak menjadi contoh lembaga pelatihan swadaya yang tangguh, adaptif dan mampu melahirkan petani-petani mandiri di Kabupaten Pangandaran.
Iis Sunisih menceritakan, bahwa panen perdana pada 2019 justru menjadi masa sulit. Sejumlah kafe dan kedai kopi membatalkan pesanan akibat pandemi Covid-19, sehingga hasil panen tidak terjual.
Dia memaknai nama ´Silalabak´ sebagai simbol kebangkitan dari situasi terpuruk. Secara bertahap, kopi hasil panen terserap pasar, mengingat robusta memiliki potensi besar di Jawa Barat.
P4S Silalabak kemudian dikukuhkan pada 2024 sebagai P4S level Pratama berlokasi di Dusun Karangwangkal, RT 01/RW 03, Desa Sidamulih di Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jabar.
Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori menyatakan dukungannya agar P4S Silalabak terus maju dengan kopi sebagai komoditas unggulan.
Dia menyarankan penguatan pemasaran melalui media sosial dan platform belanja daring untuk menjangkau pasar lebih luas hingga pasar global di mancanegara. [dary/afriski/chetty/timhumas bbpplembang]
Pangandaran of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
