Peluang Bisnis, UPT Kementan Bekali Gen Z Keterampilan Hilirisasi Pertanian
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kolaborasi dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), BBPP Lembang mengenalkan kegiatan off-farm [pengolahan hasil pertanian] dan pertanian organik bagi 15 mahasiswa Semester 3 Prodi Agribisnis. Kegiatan dilaksanakan selama 4 kali kunjungan, untuk kunjungan ke-2 berlangsung Rabu pekan lalu (7/10).
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) selaku UPT Pelatihan Kementan senantiasa mendukung penguatan kapasitas generasi muda sebagai upaya regenerasi petani.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional, membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk mempercepat transformasi pertanian.
“Yang bisa mengubah Republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, tentang pentingnya regenerasi petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, Kementan senantiasa mendukung penguatan kapasitas generasi muda sebagai upaya regenerasi petani.
"Upaya tersebut antara lain melalui pembekalan keterampilan pengolahan hasil pertanian, dengan harapan menjadi gambaran dan memunculkan ide kreatif membuka peluang usaha dan lapangan kerja," katanya.
Ahmad Dedy Syathori menambahkan, BBPP Lembang memiliki prinsip bahwa kehadirannya sebagai UPT Pelatihan Kementan dapat dimanfaatkan oleh siapa pun bagi pembangunan pertanian nasional.
"Untuk belajar pertanian sebagai upaya peningkatan kompetensi di bidang pertanian dan regenerasi petani," katanya.
BBPP Lembang adalah milik kita semua, ungkap Ahmad Dedy Syathori, siapa saja yang ingin belajar pertanian dipersilakan, karena Kementan membuka peluang kerja sama dengan siapa pun.
"Harapan kami kehadiran BBPP Lembang bisa memberi manfaat bagi banyak pihak,” katanya.
Pengolahan Hasil
15 mahasiswa UKRI Semester 3 Prodi Agribisnis, langsung bergerak ke Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.
Widyaiswara didampingi petugas laboratorium sudah menyiapkan alat dan bahan untuk praktik aneka olahan pangan, yaitu sorbet cabai, sistik wortel, sorbet mangga, es krim jagung, eggroll pisang, dan pengolahan kopi.
"Peserta mendapat penjelasan singkat tentang konsep agribisnis terutama di sub sektor pengolahan hasil pertanian," kata Kabalai Ahmad Dedy Syathori.
Dia mengingatkan, kegiatan pengolahan hasil bisa dengan cepat menghasilkan uang, karena dalam satu hari yang sama, sangat memungkinkan.
"Pagi hari membuat olahan, maka sore harinya sudah bisa memperoleh keuntungan saat produk olahan terjual habis," katanya lagi.
Kegiatan Praktik
Ke-15 mahasiswa UKRI selaku Gen Z tampak antusias menyimak, mencatat, dan berdiskusi dengan Widyaiswara dan petugas tentang proses pengolahan sorbet cabai dan sistik wortel.
Mulai dari pengenalan alat dan bahan hingga tahapan pembuatannya. Mereka diajak praktik langsung tahapan pengolahan hingga produk siap konsumsi.
"Peserta akan lebih memahami dan lebih terampil untuk praktikk ulang setelah selesai berkunjung ke BBPP Lembang," kata Ahmad Dedy Syathori.
Suasana penuh keakraban diselingi senda gurau dan gelak tawa antara Widyaiswara dan petugas dengan mahasiswa selama kegiatan praktik pengolahan berlangsung.
Hal itu menandakan prinsip BBPP Lembang untuk konsisten menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan tentang pertanian kepada siapa pun yang ingin belajar di BBPP Lembang dan menjalin silaturahmi erat dengan stakeholders.
Hilirisasi Pertanian
"Hilirisasi komoditas pertanian bukan sekadar mengubah bahan baku menjadi produk, juga membuka jalan bagi lahirnya peluang usaha, lapangan kerja, dan sumber penghasilan baru," kata Ahmad Dedy Syathori.
Dengan membekali generasi muda keterampilan yang aplikatif dan berorientasi pasar, ungkapnya, Kementan optimistis sektor pertanian akan semakin diminati.
Pasalnya, pertanian merupakan bidang usaha yang menjanjikan, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan mengambil peran dalam membangun masa depan pertanian Indonesia.[chetty/afriski/dary/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
