Agroeduwisata UPT Kementan, Destinasi Belajar Agribisnis Mahasiswa Polinela
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali menjadi destinasi edukasi pertanian modern. Sebanyak 107 mahasiswa Jurusan Agribisnis Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengunjungi BBPP Lembang pada kegiatan Agroeduwisata, Rabu (7/10).
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, Kementerian Pertanian RI (Kementan) mengembangkan Agroeduwisata, dalam upaya mendorong dan mendukung generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengenal dan mencintai pertanian sebagai sumber penghidupannya.
Agroeduwisata BBPP Lembang sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya keterlibatan generasi muda pada modernisasi sektor pangan nasional.
“Generasi muda dan mahasiswa adalah tulang punggung transformasi pertanian Indonesia. Penguasaan teknologi dan inovasi di lapangan, kita optimistis kedaulatan pangan dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran strategis lembaga pelatihan dalam mencetak SDM unggul.
“Agroeduwisata dan pelatihan praktis di UPT BPPSDMP merupakan sarana efektif untuk mencetak SDM pertanian yang mandiri, modern, dan berjiwa kewirausahaan tinggi,” ujar Arsanti.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori menerima kunjungan 107 mahasiswa Jurusan Agribisnis Polinela Lampung di Aula Catur Gatra.
Dalam sambutannya, Kabalai Lembang menegaskan, BBPP Lembang terbuka untuk dikunjungi pelajar, mahasiswa hingga akademisi yang ingin mengenal dan belajar pertanian modern.
"Mereka mempelajari penerapan teknologi pertanian dan pengelolaan agribisnis langsung di lapangan," kata Ahmad Dedy Syathoriya.
Perwakilan dosen Polinela, Maria Ulfa menyambut baik dukungan Kementan, seraya mengakui bahwa mahasiswanya kembali berkunjung ke BBPP Lembang, lantaran materi dan praktik dinilai aplikatif serta mudah dipahami mahasiswa.
Teknologi Terapan
Selama kunjungan, mahasiswa mengeksplorasi berbagai fasilitas Inkubator Agribisnis (IA) dipandu petugas lapangan.
Fasilitas Inkubator Agribisnis, memberi kesempatan bagi mahasiswa mempelajari teknologi terapan secara langsung, sekaligus membuka peluang pendalaman ilmu melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, mahasiswa/i Polinela Lampung mencicipi aneka es krim berbahan komoditas lokal mulai dari jagung, stroberi, buah naga, kopi hingga cabai.
Es krim cabai dengan cita rasa unik pun menarik rasa penasaran mahasiswa.
Irigasi Tetes
Kunjungan berlanjut ke Screen House Melon yang menerapkan teknologi Irigasi Tetes (Drip Irrigation).
Di lokasi ini, mahasiswa mempelajari penerapan sistem irigasi tetes dalam budidaya melon dengan metode hidroponik.
Salah satu peserta, Dimas, mengaku antusias dengan penjelasan teknis petugas lapang yang memperkaya pemahaman dari perkuliahan.
Rombongan kemudian menelusuri area lahan terbuka. Tanaman kopi menjadi salah satu objek yang menarik perhatian mahasiswa sebelum kunjungan berlanjut ke Screen Tanaman Hias.
Di lokasi tersebut, mahasiswa mengamati koleksi kaktus, sukulen, dan anggrek dengan beragam bentuk unik.
Teknik Budidaya
Widyaiswara BBPP Lembang, Ida Farida, turut memberikan edukasi mengenai teknik budidaya kaktus dan sukulen serta perawatan anggrek.
“Kaktus dan sukulen ini dapat menjadi alternatif tanaman di kondisi minim air. Selain bentuknya yang unik, perawatan dan perbanyakannya juga mudah,” katanya.
Ahmad Dedy Syathori mengatakan, Agroeduwisata memperkuat peran BBPP Lembang sebagai wadah transfer teknologi dan inkubasi bisnis pertanian bagi generasi muda.
"Sinergi lembaga pelatihan pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan SDM agribisnis yang kompeten, inovatif, serta siap mendukung percepatan kedaulatan pangan nasional," katanya lagi.[dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
