Kementan Regenerasi Petani dengan Kenalkan Modernisasi Pertanian
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan pada Kementerian Pertanian RI (Kementan) memperkenalkan teknologi pertanian bagi 284 siswa SMA Suluh Jakarta yang hadir didampingi sejumlah guru di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (22/1).
Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Oleh karena itu, Kementan terus melakukan pembinaan, memfasilitasi sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.
“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif dan berdaya saing,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Pasalnya, petani-petani saat ini semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.
“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” katanya.
BBPP Lembang
Kunjungan siswa SMA Suluh Jakarta diterima secara resmi oleh Kepala BBPP Lembangi, Ajat Jatnika yang mengapresiasi kunjungan para siswa, untuk mengenalkan peran penting pertanian bagi kelangsungan hidup bangsa.
"Bonus Demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian," katanya.
Ajat Jatnika menambahkan, inovasi dan digitalisasi mendukung generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi tinggi.
Siswa/i SMA Suluh Jakarta beserta pendamping diajak menuju tiga lokasi pada lahan praktik Inkubator Agribisnis yakni screen house tanaman hias, zona hidroponik sistem deep flow technique dan laboratorium pengolahan hasil pertanian.
Di zona screen house tanaman hias, widyaswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan perbanyakan kaktus dengan teknik grafting dan sukulen dengan stek daun, yang cukup mudah karena bisa dipraktikkan generasi muda dan menjadi peluang bisnis menguntungkan di masa depan.
Kelompok lainnya mendatangi zona hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique). Petugas mendemonstrasikan pembuatan instalasi DFT dan mengajak sebagai murid untuk mempraktikkan pembuatan instalasi dan melakukan penanaman benih sayuran daun yang sudah disiapkan.
Pengolahan Hasil
Beranjak ke lokasi berikutnya adalah laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian lalu memberikan penjelasan tentang sub sistem dalam agribisnis, yaitu sub sistem hulu untuk penyediaan sarana produksi, usaha tani yaitu budidaya, hilir yaitu kegiatan pengolahan hasil pertanian, dan jasa penunjang yaitu kegiatan pemasaran, keuangan, dan pendidikan.
Sub sistem ini saling terintegrasi, mulai dari penyediaan input, proses produksi, pengolahan lebih lanjut, hingga distribusi dan pemasaran produk akhir.
Peserta diberikan penjelasan tentang sub sistem hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Mereka mempraktikkan olahan jagung menjadi es krim. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung. Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari yaitu es krim jagung, mulai dari pencampuran bahan yaitu jagung manis pipil, telur, susu kental manis, susu murni, dan bahan pengembang makanan.
Selanjutnya pemasakan bahan di atas kompor, pembekuan hingga adonan es krim dimixer sebelum dibekukan kembali dan siap konsumsi. Terakhir, dilakukan pengemasan es krim ke dalam kemasan yang menarik.
Terakhir, peserta diajak mengenal pascapanen kopi, mulai dari panen kopi, pencucian, pengelupasan kulit biji kopi, pengeringan, grading hingga menikmati segelas kopi varietas arabica. [yoko/chetty/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
