Ketahanan Pangan, Mentan Amran gandeng Pramuka Dorong Regenerasi Petani
Indonesian Govt Increase of Rice Production across the Country
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Jakarta (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya mencetak generasi muda petani sekaligus menggerakkan penanaman pohon berbasis anggota Pramuka di seluruh Indonesia.
Mentan Amran menilai Saka Tarunabumi sebagai wadah strategis pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega untuk terjun langsung ke sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan. Pertanian tidak cukup hanya dinarasikan, tetapi harus digerakkan secara nyata dan masif.
“Melalui Gerakan Pramuka, kita tidak ingin kegiatan yang simbolis. Kita ingin gerakan riil yang manfaatnya dirasakan bangsa. Salah satunya adalah gerakan tanam pohon nasional,” katanya pada Pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Pramuka Tarunabumi masa bakti 2025–2028 di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia mengutarakan agar setiap Hari Pramuka, 14 Agustus, menjadi momentum gerakan tanam pohon serentak oleh anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Dengan jumlah anggota Pramuka mencapai sekitar 25 juta orang, Mentan Amran menargetkan setiap anggota menanam minimal 10 pohon.
“Kalau satu orang menanam 10 pohon saja, itu sudah 250 juta pohon. Kalau konsisten dilakukan 10 tahun, dampaknya akan menggemparkan dunia,” ujarnya.
Jenis tanaman yang didorong antara lain komoditas bernilai ekonomi tinggi dan strategis, seperti kelapa, kakao, kopi, mente, durian, serta cabai. Khusus cabai, Mentan Amran mencontohkan praktik di Gorontalo, di mana setiap rumah menanam cabai sehingga harga relatif stabil dan inflasi dapat ditekan.
Kwarnas Pramuka
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso menyatakan kesiapan Pramuka mendukung penuh agenda ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Dia menegaskan, Pramuka memiliki jaringan kuat hingga ke akar rumput yang dapat digerakkan secara serentak dan berkelanjutan.
“Dengan kekuatan puluhan juta anggota Pramuka, gerakan tanam pohon dan pendampingan pertanian bisa dilakukan secara masif," kata Budi Waseso usai melantik Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi masa bakti 2025 - 2028.
Menurutnya, hal itu bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga membangun generasi muda petani yang profesional dan modern,” ungkap
Ia menambahkan, Pramuka akan mendorong anggotanya untuk memanfaatkan pekarangan rumah, lahan tidur, dan lahan pertanian secara produktif, sekaligus menjadi contoh nyata kemandirian pangan di tingkat keluarga dan komunitas.
Saka Tarunabumi
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa penguatan Saka Tarunabumi menjadi bagian dari strategi pembangunan SDM pertanian yang terarah dan terukur.
Kementan memastikan pembinaan tidak hanya menguatkan keterampilan teknis, juga membangun karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, semangat gotong royong, integritas, dan kepemimpinan sebagai fondasi menghadapi pertanian modern.
Ia menegaskan bahwa integrasi pembinaan kepramukaan dengan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan pertanian akan mempercepat lahirnya petani muda profesional yang siap berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi Kementerian Pertanian dan Gerakan Pramuka, pemerintah optimistis upaya swasembada pangan, penguatan hilirisasi, dan percepatan Indonesia Emas dapat dicapai lebih cepat dengan dukungan generasi muda yang bergerak nyata dari lapangan. [esap/timhumas bppsdmpkementan]
Jakarta [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
