Kementan gelar Tanam Padi Serentak di 19 Provinsi Lokasi Cetak Sawah Rakyat

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kementan gelar Tanam Padi Serentak di 19 Provinsi Lokasi Cetak Sawah Rakyat
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso [kiri] mendampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti pada ´Tanam Padi Serentak´ di Sumsel.

Muara Enim, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produksi padi serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan harapannya agar program CSR mampu memberikan dampak signifikan bagi kemandirian pangan nasional.

“Melalui program cetak sawah ini, kita menargetkan lahan yang telah dibuka dapat menghasilkan dua hingga tiga kali panen dalam satu tahun. Potensi alam yang subur serta ketersediaan air diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya.

Komitmen tersebut diimplementasikan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui kegiatan tanam padi serentak di 19 provinsi lokasi CSR. Kegiatan ini dipusatkan di Brigade Pangan Jaya Tani Muda, Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Kamis (12/3/26).

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, yang hadir langsung pada kegiatan tersebut menegaskan bahwa program CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Lahan-lahan yang sudah dicetak di lokasi CSR harus segera ditanami. Menteri Pertanian terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan swasembada pangan. Tantangan ke depan adalah mempertahankan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional bahkan menuju lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, indikator keberhasilan program CSR adalah realisasi penanaman di lahan yang telah dicetak. Keberhasilan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta petani yang tergabung dalam Brigade Pangan.

Menurutnya, kegiatan tanam serentak seluas 1.001 hektare di 19 provinsi ini menjadi trigger atau pengungkit untuk percepatan tanam di seluruh lokasi CSR.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pandji Tjahjanto, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen menjadikan daerah tersebut sebagai lumbung sekaligus penyumbang pangan nasional.

“Lahan rawa di Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Luas Baku Sawah (LBS) Sumatera Selatan pada 2024 tercatat mencapai 519.484 hektare, di mana sekitar 70 persen merupakan lahan rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak,” jelasnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan, Muhammad Amin, juga menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan program CSR untuk meningkatkan produksi padi dan mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan meliputi modernisasi pertanian, keterlibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa selaku Penanggung Jawab Swasembada Kabupaten Muara Enim, Budi Santoso.

“Pada kegiatan tanam serentak hari ini, Brigade Pangan Sumatera Selatan melakukan penanaman seluas 105 hektare yang tersebar di beberapa wilayah. Untuk lokasi kegiatan hari ini mencapai 25 hektare,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Direktur Perlindungan Tanaman selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Selatan, Direktur Pupuk, Direktur Alsintan Pasca Panen, Komandan Kodim 0404 Muara Enim, Danramil Gelumbang, Camat Gelumbang, Kepala Desa Tambangan Kelekar, serta para penyuluh dan Brigade Pangan yang turut ambil bagian dalam gerakan tanam serentak tersebut. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]




 

Muara Enim of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.