Daftar Asuransi Pertanian, Begini Caranya kata Dirjen PSP Kementan

Agricultural Insurance to Anticipate Losses of Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Daftar Asuransi Pertanian, Begini Caranya kata Dirjen PSP Kementan
INFOGRAFIS: Premi AUTP saat ini 3%, berdasarkan besaran biaya input usaha tani padi sebesar Rp6 juta per hektar per musim tanam sebesar Rp180.000 ribu per hektar per musim tanam [Humas Ditjen PSP Kementan]

Jakarta [B2B] - Kementerian Pertanian RI mengakui saha di sektor pertanian khususnya usaha tani padi dihadapkan pada resiko ketidakpastian cukup tinggi lantaran faktor cuaca, serangan penyakit dan organisme pengganggu tanaman [OPT]. 

Hal itu diantisipasi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian [PSP Kementan] melalui program asuransi usaha tani padi [AUTP] yang diharapkan dapat memberi perlindungan terhadap risiko dan menjamin petani mendapatkan modal kerja dari klaim asuransi.

"Dari jaminan perlindungan ini maka petani dapat membiayai pertanaman di musim berikutnya," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy di Jakarta, Minggu [6/10].

"Waktu pendaftaran dapat dimulai paling lambat satu bulan sebelum musim tanam dimulai. Kelompok tani didampingi penyuluh dan UPTD kecamatan mengisi formulir pendaftaran sesuai formulir yang telah disediakan," kata Dirjen Sarwo Edhy.

Premi AUTP saat ini 3%, berdasarkan besaran biaya input usaha tani padi sebesar Rp6 juta per hektar per musim tanam sebesar Rp180.000 ribu per hektar per musim tanam. 

"Bantuan pemerintah saat ini 80 persen atau Rp144 ribu per hektar per musim tanam, dan saat ini petani hanya membayar premi swadaya 20 persen proporsional atau Rp36 ribu saja," katanya.

Kelompok tani membayar premi swadaya sebesar 20% proporsional sesuai luas area yang diasuransikan. Bukti transfernya akan diperoleh, untuk kemudian diserahkan kepada petugas asuransi yang akan mengeluarkan bukti asli pembayaran premi swadaya dan sertifikat asuransi kepada kelompok tani.

Dirjen PSP Sarwo Edhy mengingatkan  asuransi gagal panen ini lebih diprioritaskan pada petani yang menjadi anggota kelompok tani [Poktan]. Setiap petani akan memperoleh subsidi dari pemerintah jika luas sawah miliknya kurang dari dua hektar. Pemerintah akan memberikan subsidi bagi petani dengan batasan maksimal petani memiliki lahan seluas dua hektar.

“Diusahakan kelompok tani karena akan lebih mudah mendapat penggantian kerugian akibat gagal panen dengan maksimal klaim asuransi Rp6 juta per hektar sebagai penggantian modal petani,” katanya. [Sur]

Jakarta [B2B] - Indonesian Agriculture Ministry suggests that many farmers in Lebak district of Banten province have not yet utilized rice farming insurance,  the Director General of Agriculture Infrastructure and Facilities [Dirjen PSP] Sarwo Edhy Sarwo Edhy encouraged the Head of the Lebak Agriculture Service Office, Dede Supriatna to socialize the benefits of farmer insurance to farmers, because it was very profitable for farmers.