Petani Milenial dan Penyuluh Visioner di Mata Jokowi, Ini Maksudnya ....


Petani Milenial dan Penyuluh Visioner di Mata Jokowi, Ini Maksudnya ....

 

M. ACHSAN ATJO, Wartawan


HARI-HARI ini mereka sudah berkumpul dengan keluarga di kampung halaman mereka. Kembali berkutat dengan rutinitas yang mengantar mereka ke Jakarta. Di ibukota RI mereka bertemu dengan wakil rakyat di gedung parlemen, petinggi kementerian, menyaksikan pengibaran duplikat bendera pusaka di Istana Negara hingga bertemu Presiden RI Joko Widodo.

I Wayan Padet mungkin tidak pernah mengira kepemimpinan dan kepeloporannya menggerakkan petani maupun wanita tani di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah bakal mengantarnya bertemu RI 1 di Istana Negara pada Senin siang (20/8).

Meski usianya tidak muda lagi, dia layak disebut sebagai petani era milenial. Dia mendirikan beberapa kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Dia juga pendiri sekaligus pengelola Pusat Pelatihan dan Pedesaan Swadaya yang dia namakan P4S Harapan Baru. Dalam struktur organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan, I Wayan Padet menjabat Wakil Ketua KTNA Kabupaten Morowali.

´Aral melintang dan jalan mendaki´ tak menghalangi transmigran asal Bali pada 1986 mengembangkan usahatani padi dan pembibitan kelapa sawit. Buah-buahan eksotis seperti klengkeng dan sawo pun digarapnya menjadi komoditas bernilai tambah.

Midas touch, ´semua yang disentuhnya menjadi emas´ termasuk ketika dia menggarap penangkaran padi, dan kini menjadi pemasok utama benih di Morowali dan kabupaten lain di provinsinya. Dia juga mendukung program luas tambah tanam (LTT) kabupaten dan provinsi pada 2017.

Demi memenuhi kebutuhan benih padi setempat, I Wayan Padet ´tak gentar´ mengakses perbankan untuk mendapat modal penangkaran padi. Hasilnya, laba per tahun untuk dua musim tanam, dia meraih Rp1,2 miliar. Puluhan juta dia peroleh dari penangkaran komoditas pertanian lain, tak heran dalam setahun dia meraih laba hampir Rp1 miliar.

Perjuangan I Wayan Padet dan rekan-rekan teladan lain dari seluruh Indonesia diapresiasi Presiden Jokowi, yang menyebut ´keberhasilan bukan proses instan, tapi harus melalui proses panjang dan melelahkan.´

"Dengan semangat pantang menyerah. Semangat maju tak gentar, saya rasa kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang maju," kata Presiden Jokowi dalam arahannya saat silaturahim dengan teladan nasional, pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) dan Gita Bahana Nusantara di Istana Negara Jakarta, Senin siang (20/8).

I Wayan Padet adalah satu dari 16 teladan dan berprestasi di sektor pertanian yang bertemu Presiden Jokowi. Mereka hadir di Istana Negara didampingi Kasubbid Ketenagaan Penyuluhan, Welly Nugraha; dan Penyuluh Pertanian Pusat, Sri Puji Rahayu.

Penyuluh Visioner
Usianya relatif muda, saat ini memasuki usia 24 tahun. Gesit dan semangat tinggi. Sosoknya dikenal sebagai  penyuluh pertanian di dataran perbukitan Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo dan kini menjabat koordinator BPP Boliyohuto. Dia adalah Abdul Gias Sila.

Berbeda dari penyuluh pertanian lainnya, dia tergolong ´visioner´ mengembangkan pertanian di daerahnya ´sebiduk sehaluan´ dengan program-program Kementerian Pertanian RI yakni "harus bisa bergerak bersama mewujudkan kemandirian petani berbasis informasi teknologi´. Tantangan tersebut diwujudkan Abdul Gias dengan melakukan pemetaan wilayah kerjanya.

Ternyata visinya senada dengan seruan Presiden Jokowi tentang perubahan dunia berlangsung begitu cepat. Contohnya adalah artificial intelligence, advance robotic, cryptocurrency, dan Bitcoin sebagai kemajuan-kemajuan yang begitu cepat. Kepala Negara juga menyebut tentang Tesla, hyperloop, dan SpaceX.

"Kalau Indonesia tidak bisa mengikuti perubahan-perubahan yang ada, perubahan-perubahan yang begitu sangat cepatnya, apbila tidak mau bekerja keras, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara lain karena kompetisi kian berat," kata Jokowi.

Abdul Gias Sila menyusun kegiatan berdasarkan misi dan kawasan melalui team work memanfaatkan aplikasi Android untuk menjalin komunikasi dengan penyuluh ´sahabat dumay´ di dunia maya.

Sinkronisasi program diimplementasikan berdasarkan kawasan yang telah ditetapkan dalam programa penyuluhan pertanian. Khusus implementasi ini, dia melakukan rekayasa teknologi spesifik lokalita berbasis kedekatan faktor input agar mudah diterapkan oleh petani.

Teknologi yang telah ditetapkan antara lain Jajar Legowo Zigzag, Jajar Legowo Sistem Tanam, Jajar Legowo Super. Hasilnya berdampak pada implementasi program Upsus padi di wilayah kerjanya, lantaran dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan LTT dan produktivitas meningkat.

Penyuluh milenial ini juga menggandeng Brigade Alsintan di Kabupaten Gorontalo, untuk mendukung program Upsus Swasembada melalui terobosan pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

Teknologi informasi melalui website dan media sosial juga dimanfaatkan untuk komunikasi dengan sesama petani, silaturahim dengan sesama penyuluh pertanian hingga keluar Gorontalo, dan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Cyber Extention disingkat Cybex.

Kelembagaan Ekonomi Petani
Letaknya terpencil di kawasan perbukitan. Jauh di pelosok dari pusat keramaian di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun hari ini, gaungnya melintasi Sabang - Merauke maupun Miangas - Pulau Rote.

Itulah KSU Usaha Bersama. Sang penggagas kelembagaan ekonomi petani (KEP) tersebut H Sanusi Khalil mendapat apresiasi dari negara untuk bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.

Kisah sukses bermula setelah sejumlah warga Dusun Apit Aik, Desa Guntur Macan di Kecamatan Gunungsari menggagas entitas ekonomi berbentuk koperasi. Lembaga ekonomi yang mendukung usahatani di desa tersebut dinamai KSU Usaha Bersama, berdiri pada 29 Desember 2005.

Bermodalkan simpanan pokok Rp4 juta dan simpanan wajib Rp200 ribu, KSU Usaha Bersama tumbuh dinamis. Hingga 2017, telah memiliki modal sendiri berupa simpanan pokok Rp8,2 juta didukung simpanan wajib Rp13,3 juta, donasi Rp105 juta, cadangan Rp2,7 juta dan modal penyertaan dari Gapoktan setempat Rp35 juta.

Seiring perkembangan usaha dan pertambahan modal, tercatat per Desember 2017, total pendapatan KSU Usaha Bersama mencapai Rp92,08 juta, total aset Rp174,2 juta. Bergerak di tiga bidang usaha yakni agrobisnis, simpan pinjam dan warung serba ada atau Waserda. Jangkauan pelayanan KSU Usaha Bersama mencapai tiga desa dengan delapan kelembagaan petani terlibat di dalamnya.

"Kerja keras, kejujuran dan usaha yang dijalankan dengan semangat kebersamaan tidaklah akan berbuah sia-sia," kata Presiden Jokowi.

Hal ini terbukti dengan berhasilnya KSU Usaha Bersama membangun gedung kantor sendiri dengan tiga ruang kegiatan sebagai kantor, pelayanan usaha simpan pinjam, usaha agribisnis dan toko Waserda.

Presiden Jokowi berpesan kepada para teladan nasional yang hadir di Istana Negara untuk mengajak pihak lain untuk maju bersama. Indonesia memiliki potensi dan kekuatan yang tidak dimiliki negara lain.

“Saya yakin negara ini akan cepat, lebih cepat majunya,” kata Presiden Jokowi.

 

Keterangan Foto: Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla silaturahim dan dialog dengan para teladan nasional, Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara di Istana Negara Jakarta (Foto: Humas Pusluhtan BPPSDMP)

 

Disclaimer : B2B adalah bilingual News, dan opini tanpa terjemahan inggris karena bukan tergolong berita melainkan pendapat mewakili individu dan/atau institusi. Setiap opini menjadi tanggung jawab Penulis