Pelajar Harus Tiru Gaya Indiana Jones Melintasi Jembatan
Students Face Indiana Jones-style River Crossing
Translator : Parulian Manalu
SEPINTAS melihatnya, foto yang tampak mirip dengan adegan dari film Indiana Jones And The Temple of Doom. Tapi ini kenyataan, hari-hari yang harus dilalui pelajar dan warga untuk menuju sekolah dan bekerja di Lebak, Banten, Indonesia.
Berpegangan erat di kawat sebuah jembatan kayu dan kawat seakan menantang maut untuk menyeberangi Sungai Ciberang setiap hari.
Menyeberangi sungai yang berbahaya dan dapat berakibat fatal harus ditempuh setelah jembatan gantung hampir hanyut diterjang banjir.
Sebuah tiang penyangga yang menunjang salah satu sisi jembatan rubuh, menyisakan bentangan papan yang berdiri tegak sebagai pegangan untuk melintas.
Hanya satu sisi jembatan yang utuh, sehingga mereka yang melintas harus hati-hati meniti jembatan dari konstruksi jembatan yang tersisa.
Anak-anak yang tinggal di seberang jembatan terpaksa melintasi jembatan yang rusak untuk menuju sekolah.
Sofiah, seorang pelajar yang melintasi jembatan setiap hari, mengaku bahwa jalan terdekat lainnya menuju sekolah harus berjalan setengah jam jauhnya, seperti dilansir Daily Mail.
Kondisi itu membuat mereka harus bangun lebih awal setiap pagi, dan kemudian pulang ke rumah menjelang maghrib, sehingga dia terpaksa ambil risiko melintasi jembatan yang runtuh.
AT FIRST glance, it looks like an action sequence from Indiana Jones And The Temple Of Doom. But, in reality, it is the daily commute to and from work and school for of adults and children in Lebak, Banten, Indonesia.
Clinging for dear life on a disintegrating wood-and-wire suspension bridge, children as young as five take their lives into their hands crossing the Ciberang River every day.
The river crossing become precarious and potentially fatal after the suspension bridge was almost washed away by flooding.
A pillar supporting one side of the crossing collapsed, leaving the wooden planks that acted as a path tilted to one side.
Only one side of the suspension bridge remained intact, meaning commuters have had to carefully pick their way over the bouncing structure.
Children who live on the other side of the bank must use the damaged bridge to get to school.
Sofiah, a student who traverses the bridge each day, explained that the nearest other crossing was half an hour’s walk away.
Seeing as that would mean getting up earlier each morning, and coming home later each night, she said she would rather risk the crossing on the collapsed ropes.
