Farmtastic, Wahana Edukasi Peternakan BBPKH Cinagara Pikat Atensi Gen Z

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Farmtastic, Wahana Edukasi Peternakan BBPKH Cinagara Pikat Atensi Gen Z
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty Farmtastic kembali menerima kunjungan dari 91 siswa/i SD Qur’an Hudaqu beserta 13 pendamping pada Rabu (13/5). Seluruh sesi kegiatan diikuti antusias oleh para siswa, untuk mengenal proses produksi pangan asal hewan.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Wahana edukasi peternakan Kementerian Pertanian RI (Kementan) Farmtastic, yang dikembangkan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) memikat atensi generasi muda saat ini (Gen Z) sebagai pembelajaran interaktif tentang peternakan.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan Farmtastic memberikan pengalaman belajar di luar kelas (outdoor) dengan pendekatan wisata edukasi. Kenalkan jagat peternakan, pangan dan proses produksi olahan ternak lebih dekat dan menyenangkan bagi anak-anak sejak usia dini.

Farmtastic kembali menerima kunjungan dari 91 siswa/i SD Qur’an Hudaqu beserta 13 pendamping pada Rabu (13/5). Seluruh sesi kegiatan diikuti antusias oleh para siswa.

Pengembangan Farmtastic sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa edukasi pertanian dan peternakan pada generasi muda menjadi langkah penting, untuk menyiapkan SDM pertanian masa depan yang adaptif dan inovatif.

“Pengenalan dunia pertanian dan peternakan harus dimulai sejak dini. Edukasi seperti ini penting untuk membangun ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pangan dan gizi,” tegasnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman langsung tergolong efektif meningkatkan pemahaman anak-anak pada sektor pertanian.

“Wisata edukasi sarana positif membangun literasi pertanian sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar teori, juga melihat langsung proses produksi pangan sehingga pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami,” katanya.

BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa Farmtastic hadir sebagai media edukasi yang memperkenalkan jagat peternakan generasi muda sejak dini.

“Farmtastic menjadi sarana pembelajaran menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak untuk mengenal subsektor peternakan secara lebih dekat," katanya.

Inneke Kusumawaty menambahkan, Kementan berupaya membangun ketertarikan generasi muda terhadap jagat peternakan dan pangan asal hewan melalui pengalaman langsung di lapangan.

"Kunjungan edukasi menjadi bagian dari upaya BBPKH Cinagara mendukung peningkatan literasi peternakan dan pangan bergizi kepada masyarakat," katanya lagi.

Mengusung konsep edukasi berbasis praktik, ungkap Inneke Kusumawaty, para siswa mendapatkan pengetahuan teoritis, juga pengalaman langsung mengenai proses produksi pangan asal hewan yang higienis dan berkualitas. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.