Program MBG, UPT Kementan Dukung Kompetensi SDM Keamanan Pangan

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Program MBG, UPT Kementan Dukung Kompetensi SDM Keamanan Pangan
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty [tengah] mendampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti [kanan] menerima kunjungan Kepala BGN Dadan Hindayana di BBPKH Cinagara bagi peningkatan kapasitas SDM keamanan pangan pada Program MBG.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Badan Gizi Nasional (BGN) apresiasi komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, mendukung kapasitas SDM keamanan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui skema pelatihan berbasis kompetensi dengan pendekatan From Farm to Table atau ´dari lahan pertanian ke meja makan´.

Apresiasi bagi Kementan dikemukakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat mengunjungi BBPKH Cinagara , belum lama ini, didampingi pada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dan disambut Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty beserta jajarannya di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Program MBG membutuhkan dukungan SDM yang kompeten agar kualitas pangan yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar terjamin," kata Dadan Hindayana.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya membangun sistem pangan nasional yang berkualitas dan berdaya saing.

“Program pangan bergizi harus didukung dengan sistem keamanan pangan yang kuat. SDM yang terlibat mulai dari proses produksi, penanganan hingga distribusi harus memiliki kompetensi yang baik agar pangan yang diterima masyarakat benar-benar aman dan berkualitas,” katanya.

From Farm to Table
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa BBPKH Cinagara memiliki peran strategis mendukung peningkatan kapasitas SDM keamanan pangan, khususnya produk asal hewan yang menjadi bagian penting Program MBG.

“BBPKH Cinagara memiliki kesiapan sangat baik mendukung penguatan SDM keamanan pangan melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi," katanya.

Pendekatan From Farm to Table, katanya, penting untuk memastikan seluruh rantai pangan berjalan sesuai standar keamanan, higiene sanitasi dan kualitas produk.

From Farm to Table merupakan ´konsep penyajian makanan yang bersumber dari petani atau produsen lokal ke konsumen tanpa rantai distribusi panjang´. 

Penekanannya, pada penggunaan bahan organik, musiman dan segar guna meningkatkan kualitas nutrisi, mendukung ekonomi lokal serta mengurangi jejak karbon.

"Penguatan SDM menjadi langkah utama, untuk menciptakan sistem pangan yang aman, sehat dan terpercaya bagi masyarakat," kata Kabadan.

Keamanan Pangan
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan Program MBG tidak hanya difokuskan pada penyediaan pangan, juga penguatan kualitas dan keamanan pangan hulu hingga hilir. 

"Penguatan kompetensi SDM menjadi faktor penting guna memastikan seluruh proses produksi dan distribusi pangan berjalan sesuai standar keamanan pangan," katanya.

Dadan Hindayana apresiasi kesiapan BBPKH Cinagara mendukung Program MBG melalui penguatan kapasitas SDM keamanan pangan yang terintegrasi.

“Program MBG akan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan SDM yang kompeten agar kualitas pangan yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar terjamin," katanya lagi.

Menurut Dadan Hindayana, kesiapan BBPKH Cinagara melalui pelatihan keamanan pangan dari hulu hingga hilir menjadi langkah penting memastikan produk asal hewan memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting membangun sistem pangan nasional yang sehat, aman dan berkelanjutan.

BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi pusat penguatan kompetensi SDM keamanan pangan melalui berbagai program pelatihan yang menyasar seluruh rantai penanganan produk pangan asal hewan.

“Kesiapan tersebut menjadi bukti komitmen BBPKH Cinagara meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM yang terlibat langsung penyediaan MBG di seluruh Indonesia," katanya.

Pelatihan yang disiapkan mencakup petugas pengambil contoh, penyembelihan sesuai syariat Islam hingga pemeriksaan keamanan daging guna memastikan seluruh produk asal hewan tetap Aman, Sehat, Utuh dan Halal atau ASUH yang memenuhi standar higienis sanitasi.

Inneke Kusumawaty menambahkan, BBPKH Cinagara terus memperkuat peran sebagai pusat pelatihan kesehatan hewan dan keamanan pangan yang adaptif terhadap kebutuhan nasional, termasuk mendukung program strategis pemerintah di bidang pangan dan gizi.

"Penguatan kompetensi SDM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, BBPKH Cinagara diharapkan mampu menjadi bagian penting menciptakan sistem penyediaan pangan yang aman dan berkualitas guna mendukung keberhasilan program MBG di seluruh Indonesia," katanya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.