Songsong Pensiun, UPT Kementan Latih Purnawirawan TNI AD Usaha Peternakan
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Sejumlah Purnawirawan TNI AD mengikuti ´Pelatihan Pembekalan Peternakan Terpadu bagi Purnawirawan TNI AD´ yang digelar Kementerian Pertanian RI (Kementan) pada Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan ditutup pada Rabu (13/5).
Pelatihan yang diinisasi oleh Markas Besar (Mabes) TNI AD dibuka oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty bertujuan membimbing dan melatih Purnawirawan TNI AD untuk mandiri, produktif dan beradaptasi guna membangun peluang usaha sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui subsektor peternakan.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty menegaskan komitmen Kementan mendukung peningkatan kualitas SDM peternakan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk TNI AD.
Sementara Kepala Sub Dinas Pengesahan dan Penyaluran Dinas Administrasi Personel Angkatan Darat (Kasubdissahlur Disminpersad) Kolonel Inf Doni Firmansah saat menutup kegiatan pelatihan, mengatakan bahwa pelatihan menjadi langkah strategis membangun kemandirian personel melalui penguatan kompetensi dan pola pikir kewirausahaan.
Kegiatan pelatihan bagi Purnawirawan TNI AD sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pembangunan pertanian harus ditopang oleh SDM yang tangguh, adaptif dan memiliki keterampilan yang mampu menciptakan nilai ekonomi.
“Pertanian modern membutuhkan SDM yang siap bekerja, juga siap menjadi penggerak usaha dan menciptakan lapangan kerja. Pelatihan sangat penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan baru di subsektor peternakan,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pengembangan SDM pertanian dan peternakan harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antar lembaga.
“Kolaborasi antara Kementan dan TNI AD melalui pelatihan, menjadi contoh sinergi dalam menciptakan SDM profesional, mandiri, dan berdaya saing. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan kewirausahaan menjadi langkah penting menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan sektor usaha.
"Di bidang peternakan, peningkatan kompetensi tidak hanya berperan membuka peluang ekonomi baru, juga menjadi bagian strategis mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.
Inneke Kusumawaty mengingatkan BBPKH Cinagara tidak hanya berperan sebagai lembaga pelatihan, juga sebagai mitra strategis mencetak SDM pertanian dan peternakan unggul, mandiri dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.
“Kami akan terus mendukung peningkatan kapasitas SDM peternakan melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi," ungkapnya lagi.
Sinergi BBPKH Cinagara dan Mabes TNI AD, ungkap Inneke Kusumawaty, menjadi langkah positif, yang akan terus dilanjutkan Kementan melalui berbagai skema pelatihan lainnya, guna membuka wawasan dan peluang lebih luas pada wirausaha peternakan terpadu.
Purnawirawan TNI AD
Dalam sambutannya, Kasubdissahlur Disminpersad Kolonel Inf Doni Firmansah menyampaikan, pelatihan menjadi langkah strategis membangun kemandirian personel melalui penguatan kompetensi dan pola pikir kewirausahaan.
“Pelatihan menjadi investasi jangka panjang sebagai modal dasar membangun usaha produktif. Kegiatan pelatihan, kapasitas dan kompetensi personel bidang peternakan terpadu semakin meningkat, sekaligus membentuk pola pikir wirausaha yang mandiri dan produktif,” katanya.
Kolonel Inf Doni Firmansah menambahkan, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan mampu membuka peluang kontribusi nyata mendukung ketahanan pangan nasional.
“Selain menjadi bekal pasca dinas, pelatihan juga membuka peluang bagi personel untuk berkontribusi mendukung program ketahanan pangan nasional melalui subsektor peternakan,” tambahnya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
