Polbangtan Bogor Perkuat Evaluasi LTT Terintegrasi di Jambi, Dorong Percepatan Swasembada Pangan

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Polbangtan Bogor Perkuat Evaluasi LTT Terintegrasi di Jambi, Dorong Percepatan Swasembada Pangan
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto [ke-3 kiri] pada Coffee Morning Evaluasi TB I Januari Luas Tambah Tanam (LTT) Terintegrasi Provinsi Jambi di Aula Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi.

 

Muaro Jambi, Jambi (B2B) - Dalam upaya mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menghadiri kegiatan Coffee Morning Evaluasi TB I Januari Luas Tambah Tanam (LTT) Terintegrasi Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi pada Rabu (21/1) pagi.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto hadir didampingi oleh Wakil Direktur II serta Ketua Tim Kerja Humas dan Sistem Informasi. Kehadiran delegasi ini menegaskan peran strategis Polbangtan Bogor sebagai penanggung jawab Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa evaluasi rutin merupakan instrumen penting untuk memastikan program percepatan tanam berjalan sesuai target. 

“Swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui kerja nyata di lapangan, data yang akurat, serta kolaborasi semua pihak. Evaluasi Luas Tambah Tanam harus terus dilakukan agar setiap hambatan bisa segera diatasi,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan SDM pertanian dalam mendukung keberhasilan program LTT. 

“Percepatan tanam membutuhkan SDM yang adaptif dan responsif. Polbangtan, penyuluh dan Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak di lapangan agar pendampingan kepada petani berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Polbangtan Bogor
Kegiatan Coffee Morning yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Satgas Swasembada Pangan Provinsi Jambi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program LTT Padi Terintegrasi yang meliputi LTT Reguler, Optimasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah, Padi Gogo, serta Brigade Pangan.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, antara lain Danrem 042 Garuda Putih, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi, Kepala BBWS VI, serta jajaran pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian wilayah Jambi.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan bahwa kehadiran Polbangtan Bogor dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam mendukung agenda strategis nasional. 

“Sebagai penanggung jawab Satgas Swasembada Pangan di Kabupaten Muaro Jambi dan Tebo maka Polbangtan Bogor berkomitmen terus mengawal percepatan LTT melalui pendampingan intensif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi peran mahasiswa dan dosen di lapangan,” katanya.

Dalam sesi pemaparan, ungkap Yoyon Haryanto, masing-masing Penanggung Jawab Satgas tingkat kabupaten menyampaikan capaian serta kendala teknis yang dihadapi di lapangan. 

"Diskusi difokuskan pada sinkronisasi data dan percepatan tanam guna mengejar target masa tanam Januari," katanya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. 

Sinergi lintas sektor tersebut dinilai krusial untuk memastikan seluruh bantuan pertanian tersalurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Melalui evaluasi rutin dengan format Coffee Morning, diharapkan setiap hambatan di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan secara kolektif, sehingga target Luas Tambah Tanam di Provinsi Jambi dapat tercapai tepat waktu sebagai bagian dari upaya mewujudkan Swasembada Pangan Nasional. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

Muaro Jambi of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.