Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya di Karawang, Swasembada Resmi Diumumkan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Karawang, Jabar (B2B) - Sejarah baru tercipta di tanah Karawang, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang dipusatkan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.
Momentum tersebut menjadi tonggak penting pencapaian kedaulatan pangan bangsa yang telah lama dicita-citakan.
Panen raya padi tersebut dirangkai dengan pengumuman resmi Swasembada Pangan Nasional, yang menandai keberhasilan strategis sektor pertanian sebagai buah kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani di seluruh Indonesia.
Dalam perhelatan akbar tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan, Mentan Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Kehadiran pimpinan tertinggi negara ini menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas utama pembangunan nasional.
Panen raya di Karawang dilaksanakan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen berlangsung lebih cepat, efisien dan mampu menekan kehilangan hasil panen. Penggunaan alat mesin pertanian modern ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Kemajuan teknologi pertanian juga tercermin dari penggunaan varietas unggul Inpari 32, benih padi hasil pengembangan Kementerian Pertanian yang memiliki potensi hasil hingga 8,42 ton per hektare. Varietas ini telah diadopsi luas oleh petani sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas nasional.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan merupakan hasil konsistensi kebijakan, kerja keras petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.
“Swasembada pangan adalah bukti bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Dengan dukungan Presiden dan seluruh jajaran, kami mendorong pertanian maju, modern, dan berdaya saing agar pangan nasional benar-benar aman dan berkelanjutan,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari penguatan sumber daya manusia pertanian.
“Petani, penyuluh, mahasiswa, dan Brigade Pangan adalah aktor utama di lapangan. Ketika SDM pertanian kuat dan adaptif terhadap teknologi, maka produktivitas dan kemandirian pangan dapat terwujud secara berkelanjutan,” ungkap Idha.
Polbangtan Bogor
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto hadir secara langsung sebagai bentuk komitmen institusi pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto didampingi oleh Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum, Aminudin Alfat dan Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rudi Hartono; Ketua Tim Kerja Humas dan Sistem Informasi, Titis Pury Purboningtyas dan Koordinator Pameran.
“Kehadiran Polbangtan Bogor dalam Panen Raya Nasional ini merupakan wujud nyata peran pendidikan vokasi dalam mencetak SDM pertanian unggul. Kami berkomitmen menyiapkan generasi muda pertanian yang mampu mengawal swasembada pangan dari hulu hingga hilir,” ujar Yoyon.
Menambah kekuatan simbolik acara, Panen Raya Nasional ini juga dihadiri oleh perwakilan Brigade Pangan Provinsi Jambi, yakni Brigade Pangan Simpang Datuk III dan Brigade Pangan Jawara.
Kehadiran mereka menjadi representasi keberhasilan pembinaan wilayah di bawah naungan Polbangtan Bogor sekaligus bukti bahwa transformasi pertanian modern telah menyentuh tingkat tapak di berbagai daerah.
Momentum Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional ini menjadi penanda bahwa Indonesia melangkah mantap menuju kemandirian pangan, dengan sinergi kuat antara kebijakan nasional, inovasi teknologi, penguatan SDM, serta kerja keras petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan bangsa. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Karawang of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
