Sinergitas Tinggi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Komitmen Majukan Peternakan RI

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Sinergitas Tinggi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Komitmen Majukan Peternakan RI
POLBANGTAN BOGOR: Tiga mahasiswa Polbangtan Bogor jurusan Peternakan ikut berperan dalam kegiatan Rakernas ISMAPETI yang ke-XVIII.

Purwokerto, Jateng [B2B] – Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] Bogor dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi tentunya tidak hanya terfokus pada kegiatan akademik saja. Namun, juga pada kegiatan non-akademik yang dapat menunjang peningkatan life skill mahasiswa. Diantaranya, Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia [Ismapeti].

Rapat Kerja Nasional [Rakernas] Ismapeti ke-XVIII mengangkat tema `Peran Ismapeti dalam Memajukan Peternakan dan Kedaulatan Pangan Indonesia` yang diselenggarakan selama 3 hari di Universitas Wijayakusuma, Purwokerto, Jawa Tengah, dimulai pada Sabtu lalu. 

Kegiatan Rakernas ini merupakan forum pimpinan tertinggi dalam kepengurusan Ismapeti yang bertujuan untuk merumuskan dan menetapkan program kerja, menentukan arah gerak Ismapeti, menetapkan institusi penyelenggara program kerja ISMAPETI, dan menetapkan hal-hal lain yang perlu diatur dan disahkan dalam Ismapeti.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan orang yang berprestasi itu yakni orang  yang  fokus dengan apa yang menjadi fungsi peranan dan tanggung jawab dan jika prestasi sudah diraih  berarti dia telah melakukan seluruh fungsi, seluruh tugas yang ada dan melahirkan prestasi, sekaligus mengajak yang lain untuk melakukan hal yang sama.

“Penghargaan itu sebenarnya sebuah pesan yang menyampaikan kepada kita bahwa ada sesuatu yang telah diupayakan secara maksimal dengan penuh kesungguhan,” ucap Syahrul.    

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian [BPPSDMP] Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” papar Dedi.

Selain Rakernas, acara pertemuan mahasiswa peternakan seluruh Indonesia ini juga dikemas dengan Seminar Nasional yang bertemakan “Peran Mahasiswa Peternakan dalam Menghadapi Isu Global” , Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Aksi Gizi, dan Field Trip untuk mengenalkan budaya Banyumas.

Mahasiswa Jurusan Peternakan Polbangtan Bogor turut berperan pada kegiatan tersebut. Yaitu Acep Adinda Nugraha sebagai Ketua Umum, Fauzan Farinduan sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar Ismapeti serta Triyanto sebagai delegasi Pengurus Wilayah II yang meliputi wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.

Pembukaan kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah secara virtual. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan untuk dapat mengedepankan semangat Gotong-Royong, dan Guyub Rukun.

Harapannya, melalui partisipasi seluruh masyarakat, rakernas Ismapeti ini mampu meningkatkan peran pembangunan peternakan dan kesehatan hewan Indonesia. Ismapeti harus mampu menjadi motor penggerak majunya sektor peternakan Indonesia. Para mahasiswa peternakan diharapkan untuk dapat terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara beternak yang baik. [wisda/timhumaspolbangtanbogor]

Purwokerto of Central Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program or the YESS, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.