Perkuat Profesionalisme ASN, UPT Pelatihan Kementan Sosialisasi Budaya Kerja
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong penguatan integritas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sosialisasi budaya kerja, kode etik, dan disiplin pegawai pada BBPKH Cinagara.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan pelatihan digelar oleh Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor pada Rabu (11/3).
Kegiatan sosialisasi sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya membangun aparatur yang berintegritas dan berorientasi pada kinerja sebagai bagian dari transformasi birokrasi di sektor pertanian.
“Kementan membutuhkan ASN yang disiplin, profesional dan berintegritas tinggi. Budaya kerja yang kuat akan menjadi fondasi mempercepat program pembangunan pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengingatkan bahwa penguatan budaya kerja ASN merupakan bagian penting dalam membangun SDM pertanian unggul dan adaptif.
“Penguatan nilai-nilai BerAKHLAK harus terus diinternalisasikan kepada seluruh ASN lingkup Kementerian Pertanian. Dengan SDM yang profesional, berintegritas, dan disiplin, kita dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Idha.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
"Sesi diskusi memberikan ruang bagi para pegawai untuk memperdalam pemahaman terkait penerapan budaya kerja, kode etik dan disiplin pegawai di lingkungan Kementan," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, kata Inneke Kusumawaty, diharapkan seluruh pegawai BBPKH Cinagara semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
"Sosialisasi diikuti oleh seluruh pegawai BBPKH Cinagara dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta implementasi budaya kerja aparatur yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap aturan kepegawaian," katanya lagi.
Kegiatan sosialisasi, ungkap Inneke Kusumawaty, juga menjadi bagian dari penguatan penerapan Core Values ASN BerAKHLAK serta employer branding ASN ´Bangga Melayani Bangsa´ di lingkungan Kementan.
Budaya Kerja
Materi sosialisasi disampaikan oleh Analis SDM Aparatur Ahli Muda Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan, Dwi Kurnia Rachman yang menegaskan bahwa pemahaman terhadap aturan kepegawaian, kode etik dan disiplin pegawai merupakan fondasi penting membangun birokrasi profesional berintegritas.
“Budaya kerja yang kuat harus dimulai dari kesadaran setiap individu ASN untuk menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan tanggung jawab," katanya.
Dwi Kurnia Rachman menambahkan, dengan memahami aturan serta batasan kepegawaian, kita dapat bekerja secara profesional dan menjaga marwah institusi.
Dia juga memaparkan berbagai ketentuan terkait disiplin pegawai, jenis pelanggaran disiplin, serta mekanisme pembinaan dan penegakan aturan di lingkungan Kementan.
"Pemahaman tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang tertib, profesional dan berorientasi pelayanan publik," ungkap Dwi Kurnia Rachman.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut, yang menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter serta etika kerja aparatur di lingkungan BBPKH Cinagara.
“Sosialisasi ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai bahwa sebagai ASN kita memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas, disiplin, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
