Gerakan Sadesa Juleha, UPT Kementan Perkuat Kompetensi Juru Sembelih Halal

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Gerakan Sadesa Juleha, UPT Kementan Perkuat Kompetensi Juru Sembelih Halal
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty [kiri] mengatakan Sertifikasi Kompetensi untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan memenuhi standar sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk halal.

 

Brebes, Jateng (B2B) - Upaya memperkuat jaminan pangan halal terus dilakukan Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui peningkatan kompetensi SDM peternakan, diwujudkan pada peluncuran ´Gerakan Satu Desa Satu Juru Sembelih Halal´ disingkat (Sadesa Juleha) di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dirangkai kegiatan Sertifikasi Kompetensi Juleha.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan Sadesa Juleha dan Sertifikasi Kompetensi Juleha berlangsung 18 - 20 Mei 2026, melibatkan Asesor dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara di bawah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementan.

Program tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan implementasi Kewajiban Standar Halal Nasional yang berlaku mulai Oktober 2026.

Upaya BBPKH Cinagara sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan SDM pertanian dan peternakan faktor penting menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk menjamin kualitas serta keamanan pangan halal bagi masyarakat.

“Indonesia harus memiliki SDM profesional dan kompeten dalam seluruh rantai produksi pangan. Pangan halal dan aman adalah kebutuhan masyarakat yang harus dijaga bersama,” katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengingatkan, Sertifikasi Kompetensi merupakan instrumen penting menciptakan tenaga kerja pertanian profesional, adaptif dan berdaya saing.

“Peningkatan kapasitas SDM harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menghasilkan layanan dan produk pertanian yang berkualitas serta memenuhi standar nasional,” katanya.

BBPKH Cinagara

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi merupakan kolaborasi Kementan melalui BBPKH Cinagara, LSP Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Bank Indonesia Tegal, DPD Juleha Brebes dalam upaya penguatan kompetensi SDM sektor peternakan.

Sebanyak 44 peserta dari sejumlah kabupaten/kota mengikuti sertifikasi yakni Kota Tegal dan Pekalongan, Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, hingga Kabupaten Indramayu. 

"Seluruh peserta merupakan praktisi yang telah berpengalaman dalam aktivitas penyembelihan halal," kata Inneke Kusumawaty.

Dia menambahkan, bahwa para Juleha tidak hanya dituntut memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam, juga wajib menguasai aspek kesejahteraan hewan, higienitas, sanitasi dan kesehatan masyarakat veteriner.

Inneke Kusumawaty mengatakan, Sertifikasi Kompetensi sangat penting untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan memenuhi standar yang berlaku sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk halal.

Rantai Pangan

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal menjadikan keberadaan Juleha kompeten semakin penting dalam rantai penyediaan pangan nasional.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes yang dihadiri oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. 

Bupati Widya Kusuma menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem jaminan halal hingga tingkat desa.

“Melalui Gerakan Sadesa Juleha, kami ingin memastikan setiap desa memiliki Juleha kompeten, sehingga masyarakat memperoleh jaminan pangan aman, sehat, utuh dan halal,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan LSP Pertanian, Eka Heri Suparman, menerangkan bahwa proses asesmen dilakukan untuk memastikan peserta memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 147 Tahun 2022.

Peserta menjalani serangkaian tahapan asesmen mulai dari verifikasi administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga praktik lapangan yang mencakup penerapan 10 unit kompetensi Juleha.

Praktik lapangan dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Jatibarang dan Ketanggungan. Peserta diuji kemampuan teknis penyembelihan halal, penerapan kesejahteraan hewan, serta standar kebersihan dan keamanan pangan.

Testimoni Peserta

Salah satu peserta asal Kabupaten Pemalang, Khusnan, mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut.

“Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan, terutama terkait penerapan 10 unit kompetensi SKKNI," katanya.

Suasana asesmen, ungkap Khusnan, juga nyaman dan asesor sangat komunikatif sehingga peserta bisa mengikuti proses dengan baik.

Inneke Kusumawaty berharap melalui sertifikasi dan peluncuran program Sadesa Juleha, diharapkan semakin banyak tenaga Juleha bersertifikat yang mampu mendukung terwujudnya sistem jaminan produk halal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

 

Brebes of Central Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.