Bertani jadi Pengalaman Menarik, P4S Arjuna Farm Kenalkan Pertanian pada Gen Z

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Bertani jadi Pengalaman Menarik, P4S Arjuna Farm Kenalkan Pertanian pada Gen Z
BBPP LEMBANG: Kunjungan Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori [kanan] disambut baik pemilik Arjuna Farm sekaligus Direktur Utama Arjuna Group, Rini Maryani [ke-3 kiri] bersama Zaenal Mutaqin yang berupaya mengenalkan pertanian melalui praktik dan metode yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

 

Tasikmalaya, Jabar (B2B) - Pertanian tak selalu identik dengan hamparan lahan luas dan pekerjaan konvensional. Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Arjuna Farm menghadirkan cara berbeda untuk mengenalkan dunia pertanian melalui perpaduan teknologi budidaya, edukasi dan agroeduwisata pada generasi muda khususnya Gen Z. 

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, konsep yang dikembangkan P4S Arjuna Farm menjadikan kegiatan bertani lebih menarik, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dan mengenal potensi usaha di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendukung pertanian modern. 

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan peran P4S sebagai wadah pembelajaran vokasi pertanian yang berkembang di tengah masyarakat.

BBPP Lembang
Potensi tersebut terlihat saat Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ahmad Dedy Syathori didampingi widyaiswara mengunjungi P4S Arjuna Farm pada Jumat (16/10). Rombongan disambut suasana berbeda dari tempat pelatihan pertanian pada umumnya. 

Dekorasi warna-warni, koleksi tanaman hortikultura dan tanaman hias, aneka unggas, serta sejumlah spot foto menghadirkan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi pengunjung.

Pemilik Arjuna Farm sekaligus Direktur Utama Arjuna Group, Rini Maryani bersama Zaenal Mutaqin menyambut kedatangan rombongan. 

Rini Maryani menjelaskan bahwa Arjuna Farm dikembangkan untuk menjadi ruang belajar pertanian, yang mampu menjangkau berbagai kalangan, terutama generasi muda.

P4S Arjuna Farm
Pengenalan pertanian perlu dilakukan melalui praktik langsung dan metode yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Arjuna Farm mengembangkan pembelajaran budidaya menggunakan teknologi hidroponik maupun metode konvensional berbasis tanah. 

"Pendekatan tersebut diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan mengelola lahan secara efisien, termasuk pada area yang terbatas, agar tetap produktif dan memberikan hasil optimal," kata Rini Maryani.

Di area greenhouse, peserta dapat mempelajari budidaya melon, pakcoy, seledri, dan selada dengan sistem hidroponik. 

Sementara itu, demplot berbasis media tanah menyediakan beragam komoditas, mulai dari tomat, terong, cabai, leunca, surawung, labu madu, markisa, serai, dan pandan hingga berbagai tanaman hias. 

Arjuna Farm juga memiliki kolam budidaya ikan air tawar yang memperkaya materi pembelajaran.

Teknik Budidaya
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengakui, keberagaman komoditas memberikan kesempatan bagi peserta, untuk mengenal berbagai teknik budidaya sekaligus memahami bahwa pertanian dapat dikembangkan sesuai kondisi lahan, ketersediaan sarana dan peluang pasar. 

"Dengan demikian, kegiatan pelatihan tidak berhenti pada penguasaan teori, juga memberikan pengalaman praktik yang dapat diterapkan pada kegiatan usaha," katanya.

Dia mengapresiasi pengembangan Arjuna Farm yang memadukan fungsi pelatihan dengan agroeduwisata. Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara mendekatkan pertanian kepada masyarakat melalui pengalaman belajar yang menarik dan mudah dipahami.

Kabalai Lembang berharap Arjuna Farm terus berkembang dan memberikan manfaat bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari generasi muda yang ingin mengenal pertanian hingga masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya.

Pendekatan Kreatif
Zaenal Mutaqin menegaskan komitmen P4S Arjuna Farm untuk terus menjadi pusat pelatihan, pemagangan, dan edukasi pertanian. 

Melalui perpaduan inovasi, teknologi, dan praktik lapangan, Arjuna Farm berupaya menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.

Kehadiran Arjuna Farm menunjukkan bahwa pengembangan pertanian dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat. 

Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori berharap, dengan menjadikan pertanian sebagai pengalaman belajar sekaligus wisata edukatif, P4S Arjuna Farm diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, minat berusaha, dan keberanian generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

"Dari greenhouse hingga demplot budidaya, Arjuna Farm menghadirkan pesan bahwa bertani bukan sekadar kegiatan produksi, melainkan juga ruang belajar, berinovasi, dan membangun masa depan," katanya. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Tasikmalaya of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.