P4S CLC Pangandaran, Kementan Dukung Jamtani Ajak Petani Sadar Perubahan Iklim

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


P4S CLC Pangandaran, Kementan Dukung Jamtani Ajak Petani Sadar Perubahan Iklim
BBPP LEMBANG: Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori [ke-4 kiri] didampingi Widyaiswara BBPP Lembang, Fiadini Putri [ke-6 kanan] bersama Ayu, pengurus P4S CLC Pangandaran [ke-3 kiri], Katimker Penyuluhan Distan Pemkab Pangandaran, Saeful Iman di sela kegiatan kunjungan di Pangandaran.

 

Pangandaran, Jabar (B2B) - Perubahan iklim global menuntut petani meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) dapat menjadi wadah pembelajaran berbasis masyarakat, untuk menjawab kebutuhan petani.

Guna menjawab tantangan tersebut, Jaringan Masyarakat Tani (Jamtani) menghadirkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Climate Learning Center (CLC) di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Kementerian Pertanian RI (Kementan) mendukung dan mengapresiasi upaya P4S CLS di Pangandaran, ditandai oleh kunjungan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ahmad Dedi Syathori di kantornya di Pangandaran, Jabar pada Selasa (13/10).

Kabalai Lembang Ahmad Dedi Syathori hadir di P4S CLC bersama Widyaiswara, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Dinas Pertanian (Distan) Pemkab Pangandaran, Saeful Iman dan penyuluh.

"Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran P4S sebagai wadah pembelajaran berbasis masyarakat yang mampu menjawab kebutuhan petani, seperti halnya dilakukan oleh P4S CLS yang diinisiasi Jamtani," katanya.

Inisiasi Jamtani bagi pengembangan P4S CLS di Pangandaran sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian sebagai salah satu kunci peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. 

Hal senada dikemukakan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang pentingnya pendidikan dan pelatihan pertanian yang sesuai kebutuhan masyarakat.

"Perubahan pola cuaca akibat anomali iklim berpotensi meningkatkan serangan organisme pengganggu tumbuhan atau OPT, mengganggu jadwal tanam, menurunkan produktivitas hingga meningkatkan risiko gagal panen," katanya. 

BBPP Lembang
Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, perubahan iklim global menuntut petani mengenali risiko dan menerapkan langkah mitigasi dan adaptasi sesuai kondisi lingkungan.

"Kehadiran P4S CLC, Jamtani mendorong pembelajaran pertanian ekologis dan praktik budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim," katanya saat diterima salah satu pengurus P4S CLS, Ayu di Pangandaran.

Pendekatan tersebut, kata Ahmad Dedy Syathori, diharapkan membantu petani mengelola usaha tani secara berkelanjutan sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Dia menyambut positif inisiatif P4S CLC mengembangkan pembelajaran pertanian yang berorientasi pada adaptasi perubahan iklim. 

"Pusat pelatihan berbasis masyarakat ini dinilai berpotensi menjadi ruang belajar bagi petani sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat," kata  Ahmad Dedy Syathori.

P4S CLC Pangandaran
Pengurus P4S CLC, Ayu mengatakan, pihaknya menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan pembelajaran berupa ruang kelas interaktif, lahan percontohan (demplot) pertanian cerdas iklim dan unit produksi pupuk mandiri. 

"Fasilitas tersebut memungkinkan peserta mempelajari dan mempraktikkan pendekatan pertanian yang dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing," katanya.

P4S CLC juga mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan produktif berbasis rumah tangga, seperti budidaya tanaman di pekarangan dan peternakan skala rumah tangga. 

Kegiatan tersebut, kata Ayu, menjadi alternatif sumber penghidupan (alternative livelihood) untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani, terutama saat usaha tani menghadapi risiko akibat perubahan iklim.

Dia menambahkan, P4S CLC tiada henti mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari. 

Edukasi tersebut menyasar petani maupun masyarakat umum, termasuk generasi muda., dengan membuka kesempatan pelatihan dan pemagangan bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi.

Paket Edukasi
Pengurus P4S CLC, Ayu mengatakan Jamtani mengembangkan paket edukasi pertanian yang dapat dipadukan dengan kegiatan wisata di Pangandaran. 

"Pengembangan konsep tersebut, wisatawan diharapkan dapat mengenal praktik pertanian ekologis sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan," katanya.

Ke depan, P4S CLC berencana memperluas jejaring kerja sama untuk mengembangkan pelatihan, pemagangan, dan agroeduwisata. 

"Langkah tersebut diharapkan memperluas jangkauan edukasi pertanian sekaligus memperkuat peran masyarakat membangun sistem pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim," ungkap Ayu.

Ahmad Dedy Syathori mengakui, melalui sinergi P4S, penyuluh, lembaga pelatihan dan masyarakat maka peningkatan kapasitas petani diharapkan berlanjut dari pemahaman teori menjadi praktik nyata di lahan. 

"Dengan demikian, petani dapat lebih siap menghadapi perubahan iklim, menjaga keberlanjutan usaha tani, dan mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal," katanya lagi. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

Pangandaran of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.