Dukung Program Strategis, SMK-PP Negeri Kementan Teken Pakta Integritas 2026
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) mengukuhkan komitmen melalui kegiatan ´Penandatanganan Pakta Integritas´ disertai kegiatan ´Koordinasi dan Evaluasi Reformasi Birokrasi´.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, kegiatan serupa dilaksanakan oleh jajarannya selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) menggelar Deklarasi Komitmen Bersama dan Penandatanganan Pakta Integritas setelah upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (1/6).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa integritas dan reformasi birokrasi merupakan landasan penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berakuntabilitas.
“Integritas adalah nilai dasar yang harus dijunjung oleh setiap pegawai. Reformasi Birokrasi adalah langkah konkret untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, transparan, dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Andi Amran.
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa penandatanganan Pakta Integritas menegaskan komitmen BPPSDMP untuk menjalankan prinsip-prinsip akuntabilitas di seluruh lingkup kerja Kementerian Pertanian.
“Pakta integritas bukan hanya simbol, juga pedoman menjalankan tugas dan program-program kami. Melalui evaluasi reformasi birokrasi, kami memastikan agar setiap langkah dan kebijakan semakin tepat sasaran,” jelas Idha.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, bahwa penguatan SDM menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan sektor pertanian.
"Lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP diharapkan mampu melahirkan generasi yang inovatif, adaptif, dan siap terjun langsung ke dunia kerja," katanya.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan deklarasi Komitmen Bersama dan Penandatanganan Pakta Integritas lingkup SMK-PP Negeri Banjarbaru merupakan komitmen jajarannya mendukung kinerja Kementan bagi pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan yang dilakukan setelah upacara Hari Lahir Pancasila digelar di halaman upacara Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru oleh Kepala Sekolah, Kasubag TU beserta ASN, honorer dan disaksikan oleh siswa kelas X dan XI TP 2025/2026.
"Dokumen yang ditandatangani antara lain Komitmen Penerapan Core Values ASN Ber-Akhlak dan Employer Branding, Komitmen Bersama Keterbukaan Informasi Publik, Pakta Integritas SMK-PP Negeri Banjarbaru dan Zona Integritas dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi.
Angga Tri AP menyampaikan bahwa kegiatan tersebut untuk menjaga komitmen mendukung kegiatan program strategis Kementan dan pelaksanaan berbagai kegiatan sebagai UPT dari Kementan.
"Diadakannya deklarasi Komitmen Bersama, Zona Integritas dan Penandatanganan Pakta Integritas. diharapkan pegawai semakin berkomitmen menjadi ASN BerAKHLAK, mendukung program pemerintah dan memajukan SMK-PP Negeri Banjarbaru menjadi lebik baik. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
